ILLUSI NEWS

Media Online yang lebih mengedepankan berita yang akurat dan terpercaya!!!

BPN CIANJUR MENOLAK PERSYARATAN LEGALISIR

Dikeluhkan oleh Warga Cianjur

OJOL

Kehadirannya Membantu Warga Cianjur

HIKMAH IMLEK

Pesanan Lampion Banyuwangi Meningkat

SPACE IKLAN

Area Foto Slider untuk media promosi!!!

Sabtu, 16 Maret 2019

Selamat Menempuh Hidup Baru, Sahabatku !


Telah Menikah Edi Mulyono (Putra dari pasangan Rukadi alm, dan Marmi) dengan Nadya Illusi Aulianissa S.Ikom (Putri dari pasangan S. Zull Baday Samodra dan Rina Mardiana) di Taman Piknik Hotel,Ciloto, Cipanas-Cianjur pada hari Sabtu (16 Maret 2019). Selamat menempuh hidup baru sahabatku (Pemimpin Umum ILLUSI NEWS), 'Barakallahu lakum wa baraka alaikum' (Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kalian keberkahan dan melimpahkan atas kalian keberkahan).   
Share:

Selasa, 12 Maret 2019

BPN Cianjur Menolak Persyaratan Dokumen Legalisir Dengan Berbagai Alasan

CIANJUR ILLUSINEWS-Pelayanan di Kantor Agraria dan Tata Ruang (ATR)/ Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Cianjur dikeluhkan masyarakat lantaran tergolong merepotkan. Untuk menguruskan permohonan pengukuran ulang tanah harus menyertakan sertifikat asli kendati memakai dokumen yang legalisir tetap tidak diterima sebagai bahan persyaratan.

Dalam kegiatan audiensi yang dihadiri oleh sejumlah insan jurnalis yang tergabung dalam Media Center Bravo Komando (MCBK) dengan Jubir BPN Cianjur, Yeni Marliyani beberapa waktu lalu terungkap jika instansi yang mengurusi Agraria dan Tata Ruang (ATR) itu memberlakukan persyaratan mutlak bahwa Sertifikat Hak Milik (SHM) harus disertakan saat akan melakukan pengukuran ulang. Tragisnya untuk SHM yang sudah dilegalisir sekalipun tidak bisa diterima dengan berbagai alasan yang pada akhirnya konsumen sulit memahaminya.
"Justru ini yang menjadi problem utama dalam memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat, Jika untuk persyaratan melakukan pengukuran ulang itu pihak BPN tidak mau menerima berkas SHM yang dilegalisir. Seolah-olah dengan aturan SHM yang asli harus dilampirkan merupakan harga mati padahal sudah dijelaskan bahwa dokumen tersebut diagunkan di perbankan," ujar Ketua MCBK, Rikky Yusup kepada awak media.
Pihaknya menyesalkan sikap kaku BPN dalam menyikapi kondisi yang ada pasalnya dokumen yang sudah dilegalisir tersebut sudah diyakinkan pihak perbankan sebagai barang agunan sehingga tidak bisa dihadirkan. Dengan kata lain, legalisasi merupakan tindakan pengesahan terhadap dokumen resmi yang secara hukum hampir sama kedudukannya dengan dokumen yang asli.
"Sebetulnya mudah bagi BPN kalau dokumen yang dilegalisir itu palsu tinggal laporkan instansi tersebut dengan orangnya. Tapi dengan tidak mengakui legalisasi itukan terlalu berlebihan padahal hanya untuk keperluan melakukan pengukuran ulang karena jika terjadi perubahan pada akhirnya dokumen asli harus dihadirkan," bebernya.
Dia  berharap agar kedepan, BPN berusaha untuk tidak kaku dalam mengimplementasikan aturan supaya tidak menyulitkan keperluan masyarakat. Hal tersebut dimaksudkan agar kondisi yang ada dipahami secara arif tanpa harus melanggar aturan yang berlaku/
"Soal ini sepintas bisa diselesaikan dengan baik malahan ini  terkesan bertele-tele dari pihak BPN sendiri. Masyarakat itukan paham akan aturan tapi jika kondisi yang ada tidak memungkinkan harusnya dipahami secara arif. Pihak Bank tidak bisa memberikan dokumen yang asli tapi dengan legalisir, BPN malah tidak peka dengan kondisi yang ada," imbuhnya.
Di tempat yang sama Jubir BPN Cianjur, Yeni Marliyani mengaku jika dirinya sudah ditugaskan pimpinan untuk menjawab keluhan masyarakat. Sehingga aturan yang ada berkaitan dengan persyaratan untuk pengukuran ulang harus menyertakan dokumen yang asli.
"Aturan tetap tidak bisa berubah apapun kondisinya harus ada dokumen SHM yang asli dan tidak bisa untuk yang dilegalisir. Sebab sudah seperti itu ketentuannya dan saya kira itupun sejalan dengan kebijakan pimpinan karena saya sudah mewakili instansi ini," kilahnya.
Disinggung mengenai legalisasi yang kedudukannya sama dengan dokumen yang asli, Yeni memilih untuk tidak mengomentari hal tersebut. Sebab instansinya mengacu kepada ketentuan yang ada sekalipun dokumen yang dilegalisir tersebut ada di perbankan.
"Saya kira harus tetap dihadirkan dokumen aslinya bukan legalisir meski barang sebentar walaupun itu diokumen diagunkan di perbankan. Jadi untuk yang legalisir tetap kita tidak bisa menerima dan tidak akan memproses untuk pengukuran tanahnya," dalihnya. (DND)
Share:

Peduli Komitmen Kedaerahan, Ribuan Warga Padati Acara Kebudayaan Lokal


CIANJUR ILLUSINEWS-Komitmen untuk tetap mempertahankan  kearifan lokal di wujudkan  melalui acara Silaturahmi Akbar Masyarakat Kasundaan Sareng Keagamaan di Gedung Herlina Mutiara Karangtengah Kabupaten Cianjur,  (10/3). Ribuan peserta berasal dari masyarakat di tiga wilayah Priangan Barat yakni Bogor, Cianjur dan Sukabumi. mengadakan kegiatan silaturahmi Akbar pada tanggal 10 Maret 2019, Bertempat di Gedung Herlina Mutiara Jl RA Kasumuningrat Karang Tengah Cianjur. 


Kegiatan yang diinisiasi oleh Laskar Muda Padjadjaran dan didukung  oleh Pokja19 yang melibatkan para pemerhati budaya tradisional Sunda dan Keagamaan.  Di selingi acara  orasi budaya dan pementasan pencaksilat dan kesenian tradisional lainnya. 

Menurut Ketua Panitia Pelaksana,  Tedi Subarkah mengatakan bahwa kegiatan ini diinisiasi untuk merespon keinginan masyarakat Budaya dan Agama yang tersebar Priangan Barat. Sehingga pesta demokrasi yang berlangsung saat ini tidak membuat keretakan diantara komponen masyarakat. 

“ Kita dewasa ini melihat bahwa berjaraknya agama dan kearifan budaya lokal, maka melalui kegiatan ini adalah bentuk nyata bersatunya budaya tradisional dan kearifan lokal dengan agama”, imbuhnya. 

Pria yang juga Ketua Laskar Muda Padjadjaran ini menambahkan bahwa acara ini j bagian dari konsolidasi organisasi dengan pelibatan berbagai unsur masyarakat budaya dan keagamaan untuk bersatu menjaga kebhinekaa  dan mendorong pesta demokrasi Pemilu 2019 yang aman damai. 
"Kegiatan ini juga sebagai komitmen untuk  mengawal pemilu berlangsung damai dan Tertib  sehingga melahirkan pemimpin yang memiliki visi kebudayaan yang komprehensif, ” bebernya. 

Di lokasi yang sama,  Pembina Perguruan Silat Tradsional Kanca Sakti, Ustadz Wahyu  menyatakan bahwa kegiatan ini ada baiknya  dilakukan secara rutin. Hal itu dimaksudkan sebagai wujud persatuan dalam berbagai bidang sekaligusdemi menjaga persaudaraan sesama masyarakat Sunda. 
"Kegiatan ini bisa  menjadi momentum bersama menjaga budaya serta dukungan nyata terhadap pemerintah yang telah melakukan  kerja nyata, " tukasnya. (RND)


Share:

Senin, 11 Maret 2019

PENGGIAT AKSARA SUNDA KEMBALI BERGERAK!!!

Semangat dan Tekad Bangkitkan kembali Aksara Sunda



TIVIBI-Bandung; Tepatnya di hari Minggu, 10 Maret 2019, berlokasi di Alun-alun Bandung, para penggiat AKSARA SUNDA kembali bertatap muka untuk menjalin silaturahmi juga melakukan diskusi terkait dengan Aksara Sunda.

Para Penggiat Aksara Sunda ini datang dari beberapa komunitas yang ada di beberapa kota di Jawa Barat, seperti: Sukabumi, Bogor, Cianjur, Bekasi, Purwakarta, Bandung, Majalengka, Karawang, Sumedang, Tasikmalaya, Garut, Tatar Galuh. Sedangkan komunitas-komunitas Aksara Sunda yang hadir saat itu yang tergabung di LINGGA AKSARA SUNDA (Aliansi Penggiat Aksara Sunda), diantaranya: dari JAS, KUAS, TDAS, MASkar, WARA, Nonoman Galuh, ADN, SASC, Sejarah Sunda, Galura Tatar Pasundan dan lainnya.

Salahsatu tujuan utama pertemuan ini adalah menyamakan pemahaman terkait tata cara dalam penulisan Aksara Sunda, diantarany: menyamakan bentuk hurup JA tidak di gunakannya lagi hurup KHA dan SYA, pengenalan kembali jumlah aksara Sunda baku, tata cara penulisan singkatan, penulisan kata-kata asing yang di sesuaikan pelapalannya juga metode pemasangan rarangkén seperti panglayar, pangwisad, panyecek bisa dipakai ditengah kata bukan hanya diakhir kata, menyamakan persepsi aksara KHA, SYA dan JA.

"Yang masih jadi perdebatan dikalangan para penggiat aksara Sunda jika masih ada yang menggunakan dan nantinya semua pembahasan ini akan dibawa ke kongres Basa Sunda,” ucap Ki Basajan di sela acara.

Selain Itu, disamping diskusi yang dilakukan, mudah-mudahan kegiatan ini juga bisa menjadi acara rutin yang akan selalu digelar di setiap kota.
“Harapannya setelah kegiatan ini para penggiat aksara Sunda yang hadir maupun yang berhalangan hadir bisa lebih giat lagi mempelajari akasra Sunda dan juga giat mensosialisasikannya kepada khalayak umum, baik secara langsung ataupun lewat jejaring sosial media” tutur Panitia Acara, téh "Ussi" Susilawati. (las)

Gallery photo kegiatan:








#tag #hashtag
Share:

Dulunya Ambulan untuk Angkut Sampah Medis, RS Pagelaran Belum Bebenah

Cianjur Illusinews.com-RSUD Pagelaran diduga kuat memanfaatkan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Limbah B3 secara illegal sehingga berpotensi terjadinya pencemaran lingkungan. Bahkan pernah melakukan tindakan membahayakan dengan menyangkut sampah medis tersebut menyulap ambulans pasien. 

Dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1204 Tahun 2004 dinyatakan bahwa setiap peralatan yang digunakan dalam pengelolaan limbah medis mulai dari pengumpulan, pengangkutan dan pemusnahan harus melalui proses sertifikasi dari pihak berwenang.  Kondisi di lapangan banyak ditemukan sejumlah kejanggalan diantaranya tempat pembuangan sementara (tps) limbah medis B3 yang tidak memenuhi standar.  Kapasitas setiap bulannya menampung 500 kg namun jika ditelisik hanya muat tak lebih dari 200 kg. Kondisi tersebut mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan karena sampah berserakan. 

"Jadi untuk yang sekarang ini pengelolaan sampah medis sudah memenuhi standar dan sudah dibuatkan MOU nya.  Jadi tidak benar kalau itu menyalahi aturan karena semua dilalui dengan prosedur yang benar, " ujar Komite Media RSUD Pagelaran, Dedi Rudiana saat diwawancarai di ruang kerjanya. 

Disinggung tentang metode pengangkutan sampah yang tidak memenuhi standar kelaikan. Pihak RSUD Pagelaran berkilah jika kondisi tersebut terjadi sudah lewat dan saat ini tidak lagi terjadi. 

"Dulu itukan kita gunakan jasa pihak ketiga PT.  Jasa Medivest untuk pengangkutan dan pemusnahan sampah medisnya bahkan pernah gunakan ambulans yang tak terpakai untuk angkut sampah karena pihak ketiga tidak menyediakan angkutan khusus. Terkait hal ini sudah diproses hukum dan akhirnya kontraknya diputus, sekarang digantikan  oleh PT. Jalan Hijau untuk jasa pengangkutan sampah dan PT. WASTEC International untuk pemusnahan limbah nya, " dalihnya. 

Namun sayang nya terkait dengan keberadaan PT. WASTEC tersebut pihak RSUD tidak memberikan jawaban pasti terkait metode pemusnahan sampah. Begitupun dengan cara pengumpulan dan pengangkutan sampah medisnya. 

" Kebetulan yang berkompeten menjawab tentang pengelolaan limbah medis ini adalah Kepala Instalasi K3RS, Rita Pelitasari. Namun tadi ada disini,  sekarang dia tidak tahu dimana tidak diketahui keberadaannya, " ujar staf RSUD yang enggan disebutkan namanya. (Rikky Yusup)
Share:

BPJS Kab. Cianjur Klaim Kemiskinan Menurun

Cianjur Illusinews.com-Data kemiskian penduduk di wilayah cianjur diklaim mengalami penurunan pada tahun 2018 lalu. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cianjur, terdata  sebayak  221.58 jiwa tahun lalu.Menurun jika dibandingkan dengan tahun 2017 yang mencapai 257.41 jiwa. Artinya, ada penurunan prosentase sebesar 9,81 persen.

Ungkap Kepala Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik (Nerwilis) Kabupaten Cianjur, Surya Cahya Permana“Itu hasil survei jumlah penduduk miskin di Cianjur pada tahun 2017-2018,”  kepada Jurnal5 Cianjur, senin (4/2/2019).

Pasalnya, pihaknya saat ini tengah melakukan survei di lapangan.Sementara, untuk data terbaru pada tahun 2019 ini, masih belum bisa didapatkan.
“Kalau untuk tahun 2019 baru akan dilakukan survei. Saat ini petugas kami mulai sibuk melakukan survei ke lapangan,” jelasnya.

Surya menjelaskan, ada 14 kriteria masyarakat miskin menurut standar BPS. Kriteria ini diperlukan untuk pendataan Rumah Tangga Miskin (RTM). Data tersebut akan digunakan untuk membuat strategi dan program penanggulangan kemiskinan melalui program perlindungan sosial.

“Seperti luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari delapan meter persegi per orang, lalu jenis lantai tempat tinggal terbuat dari tanah, bambu atau kayu murahan,” jelasnya.

Selanjutnya ada jenis dinding tempat tinggal dari bambu, rumbia, kayu berkualitas rendah, tembok tanpa diplester, tidak memiliki fasilitas buang air besar atau bersama-sama demhan rumah tangga lain.
“Sumber air minum berasal dari sumur atau mata air tidak terlindung, sungai, air hujan, dan hanya membeli satu setel pakaian baru dalam setahun,”

Selain itu, juga ada kriteria bahwa sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik, bahan bakar untuk memasak sehari-hari kayu bakar, arang atau minyak tanah. Sedangkan untuk asupan, masyarakat miskin juga digolongkan mereka yang hanya mengkonsumsi daging, susu, ayam, sekali dalam seminggu.

Juga mereka yang hanya makan satu atau dua kali dalam sehari, tidak sanggup membayar biaya pengobatan di puskesmas atau poliklinik serta sumber penghasilan kepala rumah tangga adalah sebagai petani penggarap dengan luas lahan 500 meter persegi, buruh tani, nelayan, buruh bangunan, buruh perkebunan.

“Atau pekerjaan lainnya dengan pendapatan dibawah Rp600 ribu per bulan. Sedangkan pendidikan tertinggi kepala rumah tangga tidak sekolah atau tidak tamat SD, tidak memiliki tabungan atau barang yang mudah dijual dengan minimal Rp500 ribu seperti sepeda motor kredit/non kredit, emas, ternak, kapal, motor, atau barang modal lainnya,” jelasnya.

Di lain tempat, H Saputro Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, H Saputro meragukan data yang dimiliki BPS terkait jumlah penduduk miskin di Kabupaten Cianjur itu. Alasannya, survei BPS dilakukan tidak secara periodik per tahun, melainkan per 10 tahun sekali.

Sapturo menegaskan“BPS itu sensusnya 10 tahun sekali. Kalau data miskin fluktuatif,” soal data jumlah penduduk miskin sendiri sejatinya bukan hanya dimiliki BPS saja. Melainkan juga dimiliki oleh instansi lainnya. Seperti Dinas Sosial (Dinsos), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

"Karena itu sejatinya untuk mengetahui persis data kemiskinan di Cianjur, semestinya ada satu sistem yang menjadi acuan besama yang dilebur menjadi satu dalam Basis Data Terpadu (BDT)., tegasnya
Untuk data riil, itu Dinsos sedang memutahirkan data miskin lewat Basis Data Terpadu (BDT),” jelas Sapturo.“Ini yang seharusnya didorong Sapturo menambahkan, satu sistem tersebut dirasa sangat diperlukan guna menghindari data penduduk ganda. Karena itu, ia mendorong agar ada pendataan secara detil untuk mendata jumlah masyarakat miskin berdasarkan nama, alamat dan nomor induk kependudukan (NIK). Dengan begitu, akan mudah dilakukan pendeteksian dan pelacakan di kemudian hari.
“, DPRD Komisi IV Saat ini sedang mengajukan Peraturan Daerah (Perda) tentang Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) untuk perlindungan sosial, dan Penanggulangan Kemiskinan (PK). Tujuannya, guna mendukung peningkatan kualitas layanan,” .

 program SLRT itu benar-benar bisa menanggulangi kemiskinan di Kabupaten Cianjur.tegasnya
“ pemerintah betul-betul bisa menanggulangi warga miskin secara tepat sasaran
agar indikasi penduduk miskin itu cenderungan menurun saat ini. Karena pemerintah pusat melalui berbagai kementerian terus menggelontor berbagai program bantuan tegasnya.(AF)
Share:

Kehadiran OJOL, permudah transportasi warga Cianjur

Cianjur Illusinews.com– taranspotasi hari ini semakin maju dengan adanya satu aplikasi dimana masyarakat bisa memakai aplikasi tersebut dengan mudah Keberadaanojek online mampu merubah kebiasaan warga Cianjur. Untuk kepentingan transpotasi lebih mudah dan murah. 


Hendra kusman , salah satu warga karang tengah Cianjur misalnya, dia merupakan salah satu pengguna fitur og pood yang ada di aplikasi ojeg online. Dia merasa terbantu dengan adanya jasa tersebut.


“Gak repot harus keluar rumah, tinggal bayar di tempat, gak usah ngantri,” ujarnya.


Makanan yang dipesan biasanya seblak, nasi ayam, atau minuman. Meskipun terkadang pesanannya ditolak kalau hujan, tetapi pelayanan Go Food sering digunakan.


Go Food juga banyak dimanfaatkan oleh warga yang tinggal di daerah perumahan. Hal tersebut diungkapkan oleh asep, seorang pengemudi ojek  asal nagrak Kecamatan limbangansari Kabupaten Cianjur.


Dalam sehari rata-rata dirinya menerima empat pesanan Go Food. Rata-rata memang dari daerah perumahan yang membutuhkan jasa antar makanan.


“Biasanya dari kantor , perumahan sekolah ,” ucapnya.

Cara pesannya cukup mudah. Konsumen cukup menyimpan titik pemesanan ke restoran atau penjual makanan yang dipilih melalui aplikasi. Pengemudi ojek online terdekat dari tempat makanan yang dituju akan mendapatkan pesanan masuk dalam aplikasinya.

Jika orderan diterima oleh pengemudi, makanan yang dipesan konsumen akan dibeli dulu menggunakan uang pribadi. Dengan segera, pengemudi pun mengantarkan pesanan ke rumah pemesan.


“Go Food biasanya dari perumahan. Beli ayam geprek, bakso, mie ayam, nasi goreng, dan lain-lain tergantung pesanan,” paparnya.


Ongkos kirim pesanan beragam. Di 5 Kilometer pertama Rp 8 ribu dan 3 Kilometer berikutnya menambah Rp 2 ribu. Pembeli nantinya harus membayar biaya makanan yang dipesan plus ongkos kirimnya.


“Terima ongkosnya paling gede Rp 50 ribu. Pembeli biasanya usia 17 tahun ke atas,” tambahnya. (AF)
Share:

Anak Petani Karet Maju Sebagai Caleg DPRD Cianjur

Cianjur lllusinews.com- Serba kekurangan, tidak membuat pria berna Devitinus Zalukhu. tak putus harapan dalam menggapai cita-citanya. Anak kedua dari enam bersaudara kelahiran Pulau Nias pada tanggal 26 September 1992 dari seorang Ayah bernama Adieli zalukhu alias A. Sufi dan Ibu bernama Sadirila Dawolo Alias I. Sufi (Alm) ini, memiliki kisah menarik dalam menjalani proses kehidupan.

Sewaktu duduk di bangku SD, naik kelas 4 (empat ) devi dan adik- adiknya sudah mulai diajarkan cara menyadap karet, seusai pulang sekolah, untuk membantu kedua orang tua dalam mencukupkan kebutuhan ekonomi. lulus SD, dan melanjudkan jenjang SMP, jarak rumah dan Sekolah SMP Cukup lumayan dekat, berjarak 500
Meter dari rumah.

Sebelum berangkat kesekolah, pagi-pagi devi dan bersama kedua orang tua, pergi menyadap karet dikebun dan diperkirakan setengah jam delapan, pulang lagi kerumah untuk siap-siap berangkat ke sekolah. Kesekolah pun kadang mandi kadang tidak tergantung situasi dan kondisi, pulang sekolah, selesai istirahat. Dilajutkan lagi dikebon karet untuk membantu kedua orang tua menyadap karet,  itulah yang di lakukan setiap hari sampai tamat SMP.
Tahun 2009 di nyatakan LULUS di SMP N 3 Alasa, dan melanjudkan Pedidikan di SMA N 1 Alasa, perjalanan hidup pun masih belum berubah, dalam menempuh pendidikan di SMA N 1 Alasa, devi Tinggal di rumah Saudara yang berjarak sekitar 4 KM dari Sekolah. Pulang pergipun devi menempuh jalan kaki walaupun keadaan hujan dan panas bersama teman-temannya demi meraih sebuah arti pendidikan.

Tidak hanya itu saja, walaupun sudah menempuh perjalanan 8 Km perhari pulang pergi, seakan tidak terasa capek. Dikarnakan mengingat uang sekolah, dalam mencukupkan biaya sekolah, setiap pulang sekolah selesai makan dan istrirahat. Devi melanjutkan kegiatan menyadap karet milik keluarga, untuk bisa dimanfaatkan biaya uang sekolah setiap bulannya.

Dimana pada saat itu harga karet sangat rendah,penghasilan sangatlah minim dan hiduppun apa adanya. Devi pun pernah melanjudkan kuliah di salah satu perguruan tinggi suasta yang ada di sukabumi propinsi Jawa barat. walaupun tidak sampai selesai, tetapi tidak pernah patah semangat untuk melanjudkan study kedepannya.
Kisah perjalan hidup dari kecil hingga bisa menyelesaikan sma  yang dialami Devitinus Zalukhu dalam meraih pendidikan, sangat prihatin, dikarnakan keadaan ekonomi yang sangat tidak mendukung pada saat itu, riwayat pendidikannya, Tamat SD tahun 2006 di SD 071152 Desa Ononamolo Tumula, Tamat SMP tahun 2009, di SMP Negeri 3 alasa, Tamat SMA tahun 2012, setelah enam bulan dinyatakan lulus, devi bertekat meninggalkan pulau Nias dengan Tujuan ingin merantau di tanah jawa, dengan berjalannya waktu bukan kesenangan yang didapat, melainkan Musibah dan tantangan yang bertubi- tubi.

Baru tiga bulan bekerja, telah mengalami kecelakan lalulintas, dengan menabrak anak kecil umur 10 tahun dengan keadaan kritis, devi dan korban sama- sama mengalami luka parah, seminggu setelah mengalami kecelakan, mendengar kabar via telpon selulernya, yang di beritahukan oleh adik mama tercinta telah di panggil oleh yang maha kuasa.
Walaupun ongkos bisa diusahain untuk pulang ke Nias, tetapi berpikir dua kali untuk pulang dikarenakan keadaan dalam keadaan kritis, memang dalam hati sangat sedih dan menangis, tetapi hanya satu yang mengkuatkan adalah. saya kembalipun ibu tidak akan bangun lagi seperti semula.
Itulah sebagian cerita singkat Devitinus zalukhu yang sekarang bekerja di salah satu Bank yang di tempatkan di wilayah Cianjur.

Saya tidak pernah berpikir untuk maju sebagai calon legislatif atau berpolitik, dikarnakan belum ada  persiapan biaya sosialisasi, biaya ini biaya itu. tapi saya bersyukur Saya bisa bergabung dengan Partai PSI, saya semakin percaya saya pasti bisa, Saya juga suka berorganisasi. Sehingga saya semakin percaya diri dalam perjuangan saya. Imbuhnya
Kini, dengan semua tempahan pengalaman kerasnya perjuangan hidup dan kepedulian terhadap orang lain, Devitinus zalukhu akan melabuhkan harapan mencalonkan dirinya sebagai wakil bagi masyarakat dan kini telah menjadi salah satu calon wakil rakyat (Caleg) di Kabupaten Cianjur, apapun hasilnya. Kita tetap berani melangkah anak muda harus mencoba, kalau tidak dicoba penyesalan yang terjadi. Devi yang anti terhadap korupsi dan anti intoleransi berjanji untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. “ kita berjuang tanpa mengandalkan uang, karena apabila uang yang diandalkan maka saya percaya itu adalah awal korupsi yang disiapkan.” pungkasnya.(Dz)


Share:

Pangdam III Siliwangi Apresiasi Kinerja Kodim 0608 Cianjur

Cianjur Illusinews.com -Panglima Kodam III Siliwangi,Mayjen TNI Tri Soewandono meninjau Kodim 0608/Cianjur dalam rangka kunjungan kerja kami (24/01/2019).Jendral mengacungkan jempol terhadap pelaksanan tugas para prajurit khususnya  para Babinsa di masing masing Koramil di Cianjur.

Pada kesempatan tersebut,Pangdam disambut oleh Dandim 0608/Cianjur Letkol Czi(k) Hidayati beserta Perwira staf,dan Danyon 300/Raider,Mayor Inf Ary di Makodim 0608/Cianjur di jalan Siliwangi,Kelurahan Sawah gede Kecamatan Cianjur.

Sebelum melanjutkan perjalanan tak lupa,Pangdam juga memberikan arahan kepada jajaran anggotanya di Cianjur.Dia meminta para Babinsa untuk meningkatkan kesiap siagaanya terhadap bencana alam.

Kemudian mengenai keikutsertaan Babisa dalam pengawalan  proses pileg dan pilpres 2019,supaya tercipta suasana yang aman,damai dan sejuk seperti yang diharapkan masyarakat.(Humas Kodim0608/Cianjur)
Share:

Masyarakat Kep. Nias, Sukabumi - Cianjur Rayaka Natal Bersama

Illusinews.com,Masyarakat Kepulauan Nias yang ada diperantauan Sukabumi Cianjur Jawabarat,rayakan Natal bersama di daerah wisata puncak Cipanas  Cianjur,bertempat di Villa Puncak kanan minggu 20 Januari 2019,guna mempererat hubungan persaudaraan dengan masyarakat nias lainnya.

Perayaan Natal bersama masyarakat Nias Sukabumi Cianjur penuh hikmat dan damai,yang bertemakan "Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan" Bahasa Niasnya (Miomusoio dodomi bakhelowalangi) yang artinya marilah kita bersukacita kepada tuhan,walau banyak tantangan dan rintangan hidup tetap kita bersuka cita.

Hampir semua masyarakat nias yang ada di cianjur sukabumi ikut hadir merayakannya, baik dari SD SMP SMA /SMK maupun Mahasiswa Nias yang ada yayasan nya,seperti yayasan ELIM SMK Paulus STT SAPPI,ikut serta merayakan natal bersama.

Didalam kesempatan itu ketua panitia Baduala Tafonao dalam sambutannya mengucapakan terimakasih kepada masyarakat Nias Sukabumi Cianjur yang telah mengambil bagian dalam menyukseskan acara Natal bersama.

Begitu juga Ketua Masyarakat Nias Sukabumi Cianjur, Yufentinus Daeli sebagai ketua dan mewakili  masyarakat Nias,mengucapkan terimaksih kepada panitia yang telah meluangkan waktu tenaga dan materi dalam mempersiapkan natal kita bersama semoga kedepan masyarakat nias yang ada di perantauan semakin sukses dan semakin maju pungkasnya.(DEV)
Share:

Gaya Blusukan Caleg DPR RI No. 9 Partai PSI, Jabar 3

Cianjur-Illusinews.com; Caleg DPR RI Musollini Lubis STP dalam kunjungan sosialisai nya ke wilayah Cianjur beberapawaktu yang lalu,  ia menyempatkan diri datang ke salah satu pasar Cipanas untuk bertatap muka dengan para pedagang pasar.

Dalam kesempatan tersebut, beliau berkomunikasi langsung dengan beberapa pelaku usaha. Mereka (para pedagang) berharap bahwa harga harga bahan pokok bisa stabil.

"Harga-harga bahan pokok semakin naik dan tidak terkontrol!," keluh Umar kepada Musollini ketika ditanya kendala yang dihadapi oleh para pedagang pasar, Sabtu (18/01/2019).

Umar menambahkan, dia berharap dengan adanya kujungan ini bisa menyampaiikan aspirasinya ke pemerintah agar harga sembako bisa stabil.(rud)
Share:

KPK Minta Parpol Tegur Anggota DPRD Tak Lapor Harta Karena Alasan Gaptek

Jakarta -Anggota DPRD Banten ‘ramai-ramai’ tak melaporkan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) ke KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta pemimpin parpol menegur anggotanya yang tak laporkan LHKPN.
“Kami minta para pimpinan parpol juga mendorong dan bahkan memberikan teguran, jika ada anggota DPR atau DPRD dari partainya uang belum lapor LHKPN,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dihubungi detikcom, Minggu (20/1/2019).
Febri mengatakan KPK telah mendatangi sejumlah DPRD. Menurutnya, alasan tidak melaporkan harta kekayaan karena tak paham teknologi merupakan alasan yang mengada-ngada.
“Sejumlah DPRD sebenarnya sudah ada yang didatangi dan alasan tidak paham teknologi rasanya mengada-ngada,” kata Febri.
Pelaporan LHKPN ini masih dibuka hingga 31 Maret 2019. Febri mengatakan KPK siap memberikan bantuan untuk menjelaskan mekanisme pelaporan LHKPN.
“Tapi karena tahun 2019 ini pelaporan masih terbuka sampai 31 Maret 2019, KPK terbuka menjelaskan bagaimana mekanisme pelaporan LHKPN. Silakan hubungi Call Center 198,” tuturnya.
Diketahui tingkat kepatuhan pelaporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) DPRD Banten hanya 1,19 persen. Dari total 84 orang anggota, hanya satu orang yang melaporkan LHKPN.
Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah mengatakan pihaknya sudah mengirimkan instruksi ke anggota untuk melaporkan kekayaan ke KPK. Tapi, instruksi tidak dijalankan karena laporan kekayaan yang dinilai rumit. Sebagian anggota DPRD juga gagap teknologi karena pelaporan secara online.
“Sebetulnya bukan ketidakpatuhan, pemahaman pelaporan itu kan persoalannya ada hal njelimet nggak paham, sebagian ‘gaptek’,” kata Asep saat dihubungi detikcom, Sabtu (19/1). 

(dwia/rna)
Share:

Jelang Imlek, Pesanan Lampion Banyuwangi Meningkat

Banyuwangi – Lampion merupakan aksesoris khas yang kerap dipajang saat perayaan Imlek. Tak heran bila jelang Tahun Baru China itu, pengrajin bambu di Banyuwangi kebanjiran pesanan lampion.
Salah satu pengrajin di Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, Bayu Wilie Pratama (33) mengaku pesanan lampion bambu yang datang kepadanya meningkat hingga dua kali lipat dari hari biasa.
Bila di hari biasa, ia menerima pesanan 30-50 buah lampion bambu per bulan, kali ini pesanan yang masuk mencapai 100 buah.
“Lampion bambu kami masuk ke rumah makan dan warung-warung sebagai pendukung interior atau eksterior, juga masuk ke klenteng menjelang imlek,” ujarnya kepada detikcom, Minggu (20/1/2019). 
Salah satu pekerja Bayu, Slamet Raharjo (21) menjelaskan ada 2 jenis lampion bambu yang diminati, yaitu yang berbentuk bola dan tabung. 
Lampion bambu bentuk tabung mengandalkan anyaman bambu motif Moto Puru yang nampak tebal, kaku dan kokoh. Sedangkan lampion bola terbuat dari 8 bagian anyaman bermotif truntum yang direkatkan sedemikian rupa hingga berbentuk bundar. Motif truntum merupakan jenis yang tipis, lentur dan nampak seperti banyak anyaman segi enam kecil yang dijajarkan. 
“Biasanya butuh waktu 3 hari untuk menyelesaikan 10 lampion. Yang lama pemasangan rotan untuk penutup sambungan 8 bagian itu,” ujar Slamet. 
Bayu melanjutkan, setelah jadi, lampion-lampion itu dibawa pengepul ke klenteng-klenteng di Sidoarjo dan Surabaya. Ada pula pelanggan yang langsung berkunjung ke toko kerajinan miliknya untuk membeli lampion. 
Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp 55 ribu hingga Rp 75 ribu tergantung ukuran. “Tergantung ukuran yang diminati. Kami banyak pilihan,” ungkapnya. 
Selain lampion bambu, Bayu juga membuat keranjang buah dan tempat kue. Meski biasanya paling laris dipesan jelang Imlek, namun tahun ini ia mengaku pesanan untuk kedua item ini tidak menunjukkan kenaikan.
Masing-masing biasanya laku 500 buah per bulan dengan sebaran penjualan ke Malang, Surabaya dan kota-kota lain di Jawa Timur. 

(lll/lll)
Share:

Jaksa Bandung Mulai Berlakukan Sidang Cepat Narkoda

Bandung – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung mulai memberlakukan persidangan cepat terhadap penyalahgunaan narkotika. Sidang dilakukan maksimal 14 hari hingga vonis.
Pemberlakuan persidangan cepat telah dimulai pada Rabu 16 Januari 2019 kemarin di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LL RE Martadinata, Kota Bandung. Jaksa Kejari Bandung menyidangkan tiga terdakwa penyalahgunaan narkotika.
Duduk sebagai terdakwa Della Sunjaya, Erik Novriansyah dan Muhammad Arif. Dalam persidangan itu, ketiganya didakwa Pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-undang No 35 tahun 2009 tentang narkotika.
Kepala Kejari Bandung Rudi Himawan mengatakan persidangan cepat ini merupakan kebijakan yang digulirkan oleh Kejari Bandung. Durasi persidangan perkara narkotik yang biasanya 30 hari lebih, dipangkas menjadi 14 hari.
“Justru kalau bisa satu hari lebih bagus. Kemudian kalau alat buktinya ringan ya bisa lebih cepat,” kata Rudi dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (19/1/2019).
Sementara itu Kasipdium Kejari Bandung Agus Kausal Alam mengatakan penanganan cepat ini dilakukan khusus bagi pengguna. Sementara untuk kurir atau bandar dilakukan seperti biasa karena menyangkut teknis penyelidikan penegak hukum.
“Untuk kurir atau bandar penanganan perkara di pengadilannya seperti biasa. Kalau untuk pengguna, bisa cepat. Misalkan saat tertangkap lagi konsumsi narkotika lalu di tes urine, hasilnya sudah bisa ketahuan secara ilmiah dan dari situ bisa langsung penanganan perkara,” kata Agus.
Agus menyatakan program ini dilakukan khusus bagi penyalahgunaan lantaran tingkat perkara yang berhubungan dengan narkotika paling tinggi di Bandung. Bahkan jumlahnya di atas 50 persen ketimbang perkara lain.
“Karena di Kota Bandung kasus pengungkapannya tinggi,” katanya.
Sebelumnya, Kejari Bandung membuat terobosan baru dalam proses persidangan. Kejari berencana memangkas durasi waktu persidangan perkara narkotik dari dakwaan hingga putusan kurang dari 14 hari.
Kepala Kejari Bandung Rudi Himawan melalui Kasi Pidum Kejari Bandung Agus Kausal Alam mengatakan terobosan ini rencananya akan diterapkan dalam peradilan pidana umum khususnya perkara narkotik. Diakuinya, terobosan ini sudah disetujui oleh Kejaksaan Agung.
“Ini terobosan dan diakui oleh Kejagung bahwa Bandung yang pertama untuk perkara narkotika khusus pengguna dilaksanakan dengan perkara singkat,” ujar Agus di Kantor Kejari Bandung, Jalan Jakarta, Kota Bandung, Jumat (11/1/2019). 

(dir/tro)
Share:

Mendes Ajak Jajarannya Makin Produktif

Jakarta – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo bersilahturahmi dengan semua pegawai Kemendes PDTT. Hal ini merupakan momentum untuk penguatan Reformasi Birokrasi Kementerian Desa PDTT sekaligus mengawali kegiatan 2019 dengan penuh semangat dan kerja keras bersama.
Kegiatan yang digelar di halaman parkir gedung Kemendes PDTT, Kalibata, Jakarta, pada Selasa (8/1/2019) ini bertujuan membangun semangat kebersamaan antara pimpinan dengan semua pegawai di lingkungan Kemendes PDTT. Hal ini juga bertujuan mewujudkan birokrasi yang akuntabel, efektif, dan efisien.
Silaturahmi itu juga dimaksudkan untuk membangun transparansi dan akuntabilitas kinerja pemerintahan serta menyelaraskan capaian dan program kementerian demi pembangunan berkelanjutan.
Sejak dibentuk pada 2014, Kemendes PDTT terus melakukan perbaikan kinerja. Hal ini terlihat dari indeks reformasi birokrasi yang meningkat menjadi 64,16 pada 2017, dari sebelumnya 63,79. Tata kelola arsip kementerian juga meningkat pesat dari sebelumnya di peringkat ke-32 menjadi peringkat ke-6 pada 2017. 
Selain itu, berdasarkan penilaian Ombudsman terkait standar pelayanan, Kemendes PDTT berada di zona hijau pada 2018. Nilai akuntabilitas kinerja juga meningkat menjadi 61,79 pada 2017 dari sebelumnya 60,95. Pada 2017, opini yang dirilis Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) menunjukkan Kemendes PDTT berhasil mempertahankan laporan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Kinerja penganggaran juga meningkat pada 2018 menjadi 92,83 persen dari sebelumnya 88 persen. Tunjangan kinerja juga naik dari 47 persen menjadi 60 persen. 
“Serta sejumlah prestasi lainnya, prestasi ini merupakan buah dari komitmen, perjuangan, dan kerja keras semua pegawai. Mari jadikan ini sebagai penyemangat untuk semakin produktif, berkelas, dan profesional pada 2019. Atas nama Kemendes, saya ucapkan banyak terima kasih karena telah kerja keras pada 2018 yang dalam empat tahun ini kita telah menunjukkan kinerjanya hingga Kemendes PDTT telah menjadi salah satu yang terbaik,” kata Eko dalam keterangan tertulis, Rabu (9/1/2019).
Lebih lanjut, Eko juga mengapresiasi bahwa berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015‐2019, sasaran pembangunan desa dalam hal pengentasan 5.000 desa tertinggal menjadi desa berkembang, dan peningkatan 2.000 desa berkembang menjadi desa mandiri pun telah terlampaui.
“Presiden di Trenggalek menyampaikan tingkat kepuasan tertinggi, salah satunya program dana desa yang mencapai 85 persen. Memang masih banyak masalah, namun dengan kerja keras kita semua, program ini bisa berjalan dengan baik. Pekerjaan belum selesai, masih ada desa tertinggal walaupun target RPJM sudah terlampaui. Kita harus terus kerja keras agar kemiskinan warga desa bisa terentaskan dan masyarakat desa terus semakin sejahtera,” tegas Eko.
Dalam silahturahmi ini, seluruh jajaran pegawai di lingkungan Kemendes PDTT menuangkan komitmennya dalam Komitmen Kalibata 2019, yakni meningkatkan kinerja Kemendes PDTT dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi.
Selain itu, semua pegawai berkomitmen untuk menjunjung tinggi nilai-nilai akuntabilitas, profesional, integritas, serta kebersamaan dalam menjalankan tugas dan pengabdian. Mereka pun berkomitmen untuk menjalankan semua program reformasi birokrasi melalui peningkatan kapasitas birokrasi, peningkatan pelayanan publik, dan menghilangkan korupsi, kolusi, serta nepotisme.
Bukan hanya komitmen para pegawai, kegiatan silahturahmi juga diisi dengan penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas oleh seluruh Pejabat Tinggi Madya yang disaksikan oleh Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo.
Di akhir acara silahturahmi, para pegawai Kemendes PDTT juga mendapatkan siraman rohani dari KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq. Ada juga hiburan dari grup band Armada dan pembagian doorprize. 

(ega/mul)
Share:

MEGANTARA ADV

IllusiNews chat room