Senin, 11 Maret 2019

Anak Petani Karet Maju Sebagai Caleg DPRD Cianjur

Cianjur lllusinews.com- Serba kekurangan, tidak membuat pria berna Devitinus Zalukhu. tak putus harapan dalam menggapai cita-citanya. Anak kedua dari enam bersaudara kelahiran Pulau Nias pada tanggal 26 September 1992 dari seorang Ayah bernama Adieli zalukhu alias A. Sufi dan Ibu bernama Sadirila Dawolo Alias I. Sufi (Alm) ini, memiliki kisah menarik dalam menjalani proses kehidupan.

Sewaktu duduk di bangku SD, naik kelas 4 (empat ) devi dan adik- adiknya sudah mulai diajarkan cara menyadap karet, seusai pulang sekolah, untuk membantu kedua orang tua dalam mencukupkan kebutuhan ekonomi. lulus SD, dan melanjudkan jenjang SMP, jarak rumah dan Sekolah SMP Cukup lumayan dekat, berjarak 500
Meter dari rumah.

Sebelum berangkat kesekolah, pagi-pagi devi dan bersama kedua orang tua, pergi menyadap karet dikebun dan diperkirakan setengah jam delapan, pulang lagi kerumah untuk siap-siap berangkat ke sekolah. Kesekolah pun kadang mandi kadang tidak tergantung situasi dan kondisi, pulang sekolah, selesai istirahat. Dilajutkan lagi dikebon karet untuk membantu kedua orang tua menyadap karet,  itulah yang di lakukan setiap hari sampai tamat SMP.
Tahun 2009 di nyatakan LULUS di SMP N 3 Alasa, dan melanjudkan Pedidikan di SMA N 1 Alasa, perjalanan hidup pun masih belum berubah, dalam menempuh pendidikan di SMA N 1 Alasa, devi Tinggal di rumah Saudara yang berjarak sekitar 4 KM dari Sekolah. Pulang pergipun devi menempuh jalan kaki walaupun keadaan hujan dan panas bersama teman-temannya demi meraih sebuah arti pendidikan.

Tidak hanya itu saja, walaupun sudah menempuh perjalanan 8 Km perhari pulang pergi, seakan tidak terasa capek. Dikarnakan mengingat uang sekolah, dalam mencukupkan biaya sekolah, setiap pulang sekolah selesai makan dan istrirahat. Devi melanjutkan kegiatan menyadap karet milik keluarga, untuk bisa dimanfaatkan biaya uang sekolah setiap bulannya.

Dimana pada saat itu harga karet sangat rendah,penghasilan sangatlah minim dan hiduppun apa adanya. Devi pun pernah melanjudkan kuliah di salah satu perguruan tinggi suasta yang ada di sukabumi propinsi Jawa barat. walaupun tidak sampai selesai, tetapi tidak pernah patah semangat untuk melanjudkan study kedepannya.
Kisah perjalan hidup dari kecil hingga bisa menyelesaikan sma  yang dialami Devitinus Zalukhu dalam meraih pendidikan, sangat prihatin, dikarnakan keadaan ekonomi yang sangat tidak mendukung pada saat itu, riwayat pendidikannya, Tamat SD tahun 2006 di SD 071152 Desa Ononamolo Tumula, Tamat SMP tahun 2009, di SMP Negeri 3 alasa, Tamat SMA tahun 2012, setelah enam bulan dinyatakan lulus, devi bertekat meninggalkan pulau Nias dengan Tujuan ingin merantau di tanah jawa, dengan berjalannya waktu bukan kesenangan yang didapat, melainkan Musibah dan tantangan yang bertubi- tubi.

Baru tiga bulan bekerja, telah mengalami kecelakan lalulintas, dengan menabrak anak kecil umur 10 tahun dengan keadaan kritis, devi dan korban sama- sama mengalami luka parah, seminggu setelah mengalami kecelakan, mendengar kabar via telpon selulernya, yang di beritahukan oleh adik mama tercinta telah di panggil oleh yang maha kuasa.
Walaupun ongkos bisa diusahain untuk pulang ke Nias, tetapi berpikir dua kali untuk pulang dikarenakan keadaan dalam keadaan kritis, memang dalam hati sangat sedih dan menangis, tetapi hanya satu yang mengkuatkan adalah. saya kembalipun ibu tidak akan bangun lagi seperti semula.
Itulah sebagian cerita singkat Devitinus zalukhu yang sekarang bekerja di salah satu Bank yang di tempatkan di wilayah Cianjur.

Saya tidak pernah berpikir untuk maju sebagai calon legislatif atau berpolitik, dikarnakan belum ada  persiapan biaya sosialisasi, biaya ini biaya itu. tapi saya bersyukur Saya bisa bergabung dengan Partai PSI, saya semakin percaya saya pasti bisa, Saya juga suka berorganisasi. Sehingga saya semakin percaya diri dalam perjuangan saya. Imbuhnya
Kini, dengan semua tempahan pengalaman kerasnya perjuangan hidup dan kepedulian terhadap orang lain, Devitinus zalukhu akan melabuhkan harapan mencalonkan dirinya sebagai wakil bagi masyarakat dan kini telah menjadi salah satu calon wakil rakyat (Caleg) di Kabupaten Cianjur, apapun hasilnya. Kita tetap berani melangkah anak muda harus mencoba, kalau tidak dicoba penyesalan yang terjadi. Devi yang anti terhadap korupsi dan anti intoleransi berjanji untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. “ kita berjuang tanpa mengandalkan uang, karena apabila uang yang diandalkan maka saya percaya itu adalah awal korupsi yang disiapkan.” pungkasnya.(Dz)


Share:

0 komentar:

Posting Komentar

MEGANTARA ADV

IllusiNews chat room