ILLUSI NEWS

Media Online yang lebih mengedepankan berita yang akurat dan terpercaya!!!

BPN CIANJUR MENOLAK PERSYARATAN LEGALISIR

Dikeluhkan oleh Warga Cianjur

OJOL

Kehadirannya Membantu Warga Cianjur

HIKMAH IMLEK

Pesanan Lampion Banyuwangi Meningkat

SPACE IKLAN

Area Foto Slider untuk media promosi!!!

Tampilkan postingan dengan label sosial budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosial budaya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Mei 2019

Sejumlah Fakta Tentang Bazaar Ramadhan di Cianjur Kota (Bagian Kedua)

Menguji Nurani Pemerintah Terhadap Suasana Kebathinan Masyarakat 
CIANJUR-ILLUSI NEWS. Benak publik akan merekam dengan bernas jika sebuah keputusan melalui forum terbuka maka hasilnya jauh memuaskan. Hal itu berarti bahwa putusan yang ada tidaklah mudah begitu saja untuk dibatalkan karena persetujuan tentang pelaksanaan Bazaar Ramadhan kali ini dilewati melalui berbagai tahapan. Mulai dari audiensi dengan PLT Bupati Cianjur, Rapat Pembahasan Pertama dan Rapat Pembahasan Kedua yang kesemuanya dilaksanaan di ruangan Sekretaris Daerah Cianjur.
Momentum 12 April 2019 merupakan peristiwa bersejarah dalam proses pengambilan keputusan Pemkab Cianjur karena untuk menentukan lokasi bazaar tahun ini melibatkan 17 instansi pemerintahan termasuk TNI dan POLRI. Suasana demokratis dalam rapat kedua tersebut cukup terpancar jelas dalam sorot mata peserta yang hadir bahkan sesekali terdengar tawa riang karena ada guyonan sebagai selingan mengisi keseriusan.
Tentu suasana kebathinan masyarakat menyaksikan dengan cukup jelas bahwa Pemkab Cianjur sangat proaktif merespon tuntutan perubahan sehingga iklim demokratis diwujudkan melalui forum tersebut. Hal ini tentu merupakan ujian bagi pemerintah sebab jika tidak konsisten bukan tidak mungkin masyarakat akan memberikan label buruk terhadap pemimpin yang sekarang.
"Kalau kita ini bukan sedang ingin berdebat dengan pemerintah melainkan menuntut konsistensi dan tanggungjawabmnya sebab keputusan tentang pelaksanaan bazaar  dan penentuan lokasinya sudah ditetapkan secara terbuka melalui forum resmi (12 April 2019,red). Sehingga tidak bisa dengan seenaknya merubah keputusan tersebut karena kita juga terlibat dan menyaksikan dalam proses pengambilan keputusannya," ujar Ketua Umum Bravo Komando, Bambang Adi Sudarso kepada ILLUSI NEWS.
Pria yang akrab disapa Bengbeng ini mengaku jika pihaknya sudah melalui tahapan yang prosedural untuk melaksanakan kegiatan bazaar ini. Bahkan pembuktian juga sudah didapatkan dengan adanya dukungan masyarakat dan sejumlah organisasi kemasyarakatan yang ada di Cianjur. Sehingga tidak ada unsur pemaksaan kehendak dengan cara-cara yang tidak demokratis.
"Tidaklah benar kalau kita menggunakan cara-cara premanisme karena tahapannya dilalui secara prosedural bahkan berkomunikasi secara baik-baik dengan jajaran instansi terkait maupun segenap komponen masyarakat," bebernya.
Bukan tanpa alasan jika Ketua DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Cianjur, Asep Ridwan memberikan dukungannya terhadap pelaksanaan bazaar ramadhan. Menurutnya kegiatan  tersebut mempunyai sisi positif untuk memajukan sektor usaha kecil serta meningkatkan daya beli masyakarat terutama golongan kelas menengah ke bawah.
"Bisa dibilang dalam kegiatan bazaar ini yang ditawarkan kepada khalayak itukan kebutuhan sandang masyarakat yang harganya terjangkau terutama untuk kelas menengah ke bawah. Saya malah tidak melihat sisi negatifnya karena itu justru aneh kalau ada pihak yang berkeberatan atas acara yang digelar setahun sekali tersebut," ungkapnya. 
Di tempat berbeda, Lurah Solokpandan Cianjur, Deden membenarkan jika dirinya merekomendasikan kegiatan bazaar tersebut setelah terlebih dahulu berkonsultasi dengan Camat Cianjur. Lalu, setelah mendapatkan kejelasan adanya persetujuan PLT Bupati Cianjur yang memiliki kewenangan atas pelaksanaan kegiatan tersebut, dirinya juga mengamini.
"Untuk kedatangan pertama dari panitia bazaar ini sayapun menolak memberikan rekomendasi karena belum ada kejelasan dari pimpinan. Namun untuk berikutnya saya memperoleh kejelasan informasi bahwa acara tersebut sudah mendapat restu dari PLT Bupati sehingga sayapun langsung merekomendasikannya karena panitia juga sudah menyertakan persetujuan masyarakat setempat," ucapnya beberapa waktu lalu. (RKR)
Share:

Selasa, 12 Maret 2019

Peduli Komitmen Kedaerahan, Ribuan Warga Padati Acara Kebudayaan Lokal


CIANJUR ILLUSINEWS-Komitmen untuk tetap mempertahankan  kearifan lokal di wujudkan  melalui acara Silaturahmi Akbar Masyarakat Kasundaan Sareng Keagamaan di Gedung Herlina Mutiara Karangtengah Kabupaten Cianjur,  (10/3). Ribuan peserta berasal dari masyarakat di tiga wilayah Priangan Barat yakni Bogor, Cianjur dan Sukabumi. mengadakan kegiatan silaturahmi Akbar pada tanggal 10 Maret 2019, Bertempat di Gedung Herlina Mutiara Jl RA Kasumuningrat Karang Tengah Cianjur. 


Kegiatan yang diinisiasi oleh Laskar Muda Padjadjaran dan didukung  oleh Pokja19 yang melibatkan para pemerhati budaya tradisional Sunda dan Keagamaan.  Di selingi acara  orasi budaya dan pementasan pencaksilat dan kesenian tradisional lainnya. 

Menurut Ketua Panitia Pelaksana,  Tedi Subarkah mengatakan bahwa kegiatan ini diinisiasi untuk merespon keinginan masyarakat Budaya dan Agama yang tersebar Priangan Barat. Sehingga pesta demokrasi yang berlangsung saat ini tidak membuat keretakan diantara komponen masyarakat. 

“ Kita dewasa ini melihat bahwa berjaraknya agama dan kearifan budaya lokal, maka melalui kegiatan ini adalah bentuk nyata bersatunya budaya tradisional dan kearifan lokal dengan agama”, imbuhnya. 

Pria yang juga Ketua Laskar Muda Padjadjaran ini menambahkan bahwa acara ini j bagian dari konsolidasi organisasi dengan pelibatan berbagai unsur masyarakat budaya dan keagamaan untuk bersatu menjaga kebhinekaa  dan mendorong pesta demokrasi Pemilu 2019 yang aman damai. 
"Kegiatan ini juga sebagai komitmen untuk  mengawal pemilu berlangsung damai dan Tertib  sehingga melahirkan pemimpin yang memiliki visi kebudayaan yang komprehensif, ” bebernya. 

Di lokasi yang sama,  Pembina Perguruan Silat Tradsional Kanca Sakti, Ustadz Wahyu  menyatakan bahwa kegiatan ini ada baiknya  dilakukan secara rutin. Hal itu dimaksudkan sebagai wujud persatuan dalam berbagai bidang sekaligusdemi menjaga persaudaraan sesama masyarakat Sunda. 
"Kegiatan ini bisa  menjadi momentum bersama menjaga budaya serta dukungan nyata terhadap pemerintah yang telah melakukan  kerja nyata, " tukasnya. (RND)


Share:

Senin, 11 Maret 2019

PENGGIAT AKSARA SUNDA KEMBALI BERGERAK!!!

Semangat dan Tekad Bangkitkan kembali Aksara Sunda



TIVIBI-Bandung; Tepatnya di hari Minggu, 10 Maret 2019, berlokasi di Alun-alun Bandung, para penggiat AKSARA SUNDA kembali bertatap muka untuk menjalin silaturahmi juga melakukan diskusi terkait dengan Aksara Sunda.

Para Penggiat Aksara Sunda ini datang dari beberapa komunitas yang ada di beberapa kota di Jawa Barat, seperti: Sukabumi, Bogor, Cianjur, Bekasi, Purwakarta, Bandung, Majalengka, Karawang, Sumedang, Tasikmalaya, Garut, Tatar Galuh. Sedangkan komunitas-komunitas Aksara Sunda yang hadir saat itu yang tergabung di LINGGA AKSARA SUNDA (Aliansi Penggiat Aksara Sunda), diantaranya: dari JAS, KUAS, TDAS, MASkar, WARA, Nonoman Galuh, ADN, SASC, Sejarah Sunda, Galura Tatar Pasundan dan lainnya.

Salahsatu tujuan utama pertemuan ini adalah menyamakan pemahaman terkait tata cara dalam penulisan Aksara Sunda, diantarany: menyamakan bentuk hurup JA tidak di gunakannya lagi hurup KHA dan SYA, pengenalan kembali jumlah aksara Sunda baku, tata cara penulisan singkatan, penulisan kata-kata asing yang di sesuaikan pelapalannya juga metode pemasangan rarangkén seperti panglayar, pangwisad, panyecek bisa dipakai ditengah kata bukan hanya diakhir kata, menyamakan persepsi aksara KHA, SYA dan JA.

"Yang masih jadi perdebatan dikalangan para penggiat aksara Sunda jika masih ada yang menggunakan dan nantinya semua pembahasan ini akan dibawa ke kongres Basa Sunda,” ucap Ki Basajan di sela acara.

Selain Itu, disamping diskusi yang dilakukan, mudah-mudahan kegiatan ini juga bisa menjadi acara rutin yang akan selalu digelar di setiap kota.
“Harapannya setelah kegiatan ini para penggiat aksara Sunda yang hadir maupun yang berhalangan hadir bisa lebih giat lagi mempelajari akasra Sunda dan juga giat mensosialisasikannya kepada khalayak umum, baik secara langsung ataupun lewat jejaring sosial media” tutur Panitia Acara, téh "Ussi" Susilawati. (las)

Gallery photo kegiatan:








#tag #hashtag
Share:

Masyarakat Kep. Nias, Sukabumi - Cianjur Rayaka Natal Bersama

Illusinews.com,Masyarakat Kepulauan Nias yang ada diperantauan Sukabumi Cianjur Jawabarat,rayakan Natal bersama di daerah wisata puncak Cipanas  Cianjur,bertempat di Villa Puncak kanan minggu 20 Januari 2019,guna mempererat hubungan persaudaraan dengan masyarakat nias lainnya.

Perayaan Natal bersama masyarakat Nias Sukabumi Cianjur penuh hikmat dan damai,yang bertemakan "Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan" Bahasa Niasnya (Miomusoio dodomi bakhelowalangi) yang artinya marilah kita bersukacita kepada tuhan,walau banyak tantangan dan rintangan hidup tetap kita bersuka cita.

Hampir semua masyarakat nias yang ada di cianjur sukabumi ikut hadir merayakannya, baik dari SD SMP SMA /SMK maupun Mahasiswa Nias yang ada yayasan nya,seperti yayasan ELIM SMK Paulus STT SAPPI,ikut serta merayakan natal bersama.

Didalam kesempatan itu ketua panitia Baduala Tafonao dalam sambutannya mengucapakan terimakasih kepada masyarakat Nias Sukabumi Cianjur yang telah mengambil bagian dalam menyukseskan acara Natal bersama.

Begitu juga Ketua Masyarakat Nias Sukabumi Cianjur, Yufentinus Daeli sebagai ketua dan mewakili  masyarakat Nias,mengucapkan terimaksih kepada panitia yang telah meluangkan waktu tenaga dan materi dalam mempersiapkan natal kita bersama semoga kedepan masyarakat nias yang ada di perantauan semakin sukses dan semakin maju pungkasnya.(DEV)
Share:

Olah Sabut Kelapa, Koperasi di Pangandaran Omzet Miliaran

Pangandaran – Sebuah koperasi di Pangandaran mencatatkan kinerja bisnis yang membanggakan. Mengolah sabut kelapa untuk pasar ekspor, koperasi ini mencatatkan omzet miliaran rupiah setiap bulan. 
Koperasi Produsen Mitra Kelapa (KPMK), nama diri lembaga tersebut, sejak 2014 dirintis 11 pemuda di Desa Cintrakarya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Tak butuh waktu lama, usaha kolektif ini berkembang menjadi perusahaan yang mempekerjakan ratusan orang.
“Omzet kita terakhir Rp 1,5 miliar per bulan. Anggota koperasi 42 orang. Pegawai di unit usaha 120 orang,” ujar Yohan Wijaya, ketua KPMK, dijumpai di pabrik olah sabut kelapa, Senin (14/1/2019).
Yohan menjelaskan KPMK saat ini memiliki empat produk utama dari kelapa, yakni tepung, arang, serat dan cocopeat. Tepung dan arang, dia menjelaskan, diperuntukkan bagi pasar Nasional, sementara serat dan cocopeat, Yohan menambahkan, dikirim ke luar negeri.
“Serat atau fiber ini untuk jok mobil, sofa, kasur, tali, ini dikirim ke Tiongkok. Kalau cocopeat untuk media tanam, kita kirim ke Jepang,” ujar pria kelahiran 1982 ini.
Pencapaian bisnis KPMK ini mengundang apresiasi banyak pihak. Terakhir, melalui fasilitasi Kementerian Koperasi dan UMKM, KPMK menerima hibah lebih kurang Rp 500 juta dari lembaga pertanian asal Belanda, Agriterra.
Hibah tersebut, Yohan mengungkapkan, hanya untuk biaya penyusunan rencana bisnis (business plan) untuk pengembangan usaha KPMK.
“Kami sedang merancang pabrik terpadu, output-nya tujuh jenis produk turunan dari kelapa. Teknisnya, koperasi nanti mendirikan PT. Investasinya di kisaran Rp 200 miliar,” ujar lulusan Teknik Kimia Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung ini. 
Bisnis kelapa, menurut Yohan, berpotensi besar di Kabupaten Pangandaran. Ia menggambarkan, saat ini luas perkebunan kelapa di Pangandaran mencapai 33.400 hektare. Dari luas tersebut, ia merinci, hanya 21 ribu hektare yang memproduksi kelapa, sedangkan sisanya disadap atau dideres untuk bahan gula.
>“Kapastitas produksi perkebunan kita 800 ribu butir per hari. Kita saat ini baru mengolah 6 ribu butir per hari, sisanya sebagian besar dijual ke kota,” tutur Yohan.
Berkaca dari tujuan utama pendirian usaha tersebut, Yohan merasa pencapaian yang sudah diraih KPMK sudah melebihi ekspektasi. “Dulu cita-cita kami tuh cuma sederhana, hanya ingin harga jual kelapa stabil, untuk membantu orangtua-orangtua kami,” kata Yohan.
Kini, dia menuturkan, sangat banyak pemilik kebun kelapa yang ingin bergabung dengan koperasi yang mereka rintis karena KPMK membeli kelapa dengan harga yang jauh lebih mahal. “Kalau di pasaran sekarang harganya Rp 1.000, kita beli Rp 1.600. Kan kita enggak ada limbah, jadi bisa lebih mahal,” ujar Yohan. (dna/dna)
Share:

MEGANTARA ADV

Labels

IllusiNews chat room