ILLUSI NEWS

Media Online yang lebih mengedepankan berita yang akurat dan terpercaya!!!

BPN CIANJUR MENOLAK PERSYARATAN LEGALISIR

Dikeluhkan oleh Warga Cianjur

OJOL

Kehadirannya Membantu Warga Cianjur

HIKMAH IMLEK

Pesanan Lampion Banyuwangi Meningkat

SPACE IKLAN

Area Foto Slider untuk media promosi!!!

Senin, 11 Maret 2019

PENGGIAT AKSARA SUNDA KEMBALI BERGERAK!!!

Semangat dan Tekad Bangkitkan kembali Aksara Sunda



TIVIBI-Bandung; Tepatnya di hari Minggu, 10 Maret 2019, berlokasi di Alun-alun Bandung, para penggiat AKSARA SUNDA kembali bertatap muka untuk menjalin silaturahmi juga melakukan diskusi terkait dengan Aksara Sunda.

Para Penggiat Aksara Sunda ini datang dari beberapa komunitas yang ada di beberapa kota di Jawa Barat, seperti: Sukabumi, Bogor, Cianjur, Bekasi, Purwakarta, Bandung, Majalengka, Karawang, Sumedang, Tasikmalaya, Garut, Tatar Galuh. Sedangkan komunitas-komunitas Aksara Sunda yang hadir saat itu yang tergabung di LINGGA AKSARA SUNDA (Aliansi Penggiat Aksara Sunda), diantaranya: dari JAS, KUAS, TDAS, MASkar, WARA, Nonoman Galuh, ADN, SASC, Sejarah Sunda, Galura Tatar Pasundan dan lainnya.

Salahsatu tujuan utama pertemuan ini adalah menyamakan pemahaman terkait tata cara dalam penulisan Aksara Sunda, diantarany: menyamakan bentuk hurup JA tidak di gunakannya lagi hurup KHA dan SYA, pengenalan kembali jumlah aksara Sunda baku, tata cara penulisan singkatan, penulisan kata-kata asing yang di sesuaikan pelapalannya juga metode pemasangan rarangkén seperti panglayar, pangwisad, panyecek bisa dipakai ditengah kata bukan hanya diakhir kata, menyamakan persepsi aksara KHA, SYA dan JA.

"Yang masih jadi perdebatan dikalangan para penggiat aksara Sunda jika masih ada yang menggunakan dan nantinya semua pembahasan ini akan dibawa ke kongres Basa Sunda,” ucap Ki Basajan di sela acara.

Selain Itu, disamping diskusi yang dilakukan, mudah-mudahan kegiatan ini juga bisa menjadi acara rutin yang akan selalu digelar di setiap kota.
“Harapannya setelah kegiatan ini para penggiat aksara Sunda yang hadir maupun yang berhalangan hadir bisa lebih giat lagi mempelajari akasra Sunda dan juga giat mensosialisasikannya kepada khalayak umum, baik secara langsung ataupun lewat jejaring sosial media” tutur Panitia Acara, téh "Ussi" Susilawati. (las)

Gallery photo kegiatan:








#tag #hashtag
Share:

Dulunya Ambulan untuk Angkut Sampah Medis, RS Pagelaran Belum Bebenah

Cianjur Illusinews.com-RSUD Pagelaran diduga kuat memanfaatkan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Limbah B3 secara illegal sehingga berpotensi terjadinya pencemaran lingkungan. Bahkan pernah melakukan tindakan membahayakan dengan menyangkut sampah medis tersebut menyulap ambulans pasien. 

Dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1204 Tahun 2004 dinyatakan bahwa setiap peralatan yang digunakan dalam pengelolaan limbah medis mulai dari pengumpulan, pengangkutan dan pemusnahan harus melalui proses sertifikasi dari pihak berwenang.  Kondisi di lapangan banyak ditemukan sejumlah kejanggalan diantaranya tempat pembuangan sementara (tps) limbah medis B3 yang tidak memenuhi standar.  Kapasitas setiap bulannya menampung 500 kg namun jika ditelisik hanya muat tak lebih dari 200 kg. Kondisi tersebut mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan karena sampah berserakan. 

"Jadi untuk yang sekarang ini pengelolaan sampah medis sudah memenuhi standar dan sudah dibuatkan MOU nya.  Jadi tidak benar kalau itu menyalahi aturan karena semua dilalui dengan prosedur yang benar, " ujar Komite Media RSUD Pagelaran, Dedi Rudiana saat diwawancarai di ruang kerjanya. 

Disinggung tentang metode pengangkutan sampah yang tidak memenuhi standar kelaikan. Pihak RSUD Pagelaran berkilah jika kondisi tersebut terjadi sudah lewat dan saat ini tidak lagi terjadi. 

"Dulu itukan kita gunakan jasa pihak ketiga PT.  Jasa Medivest untuk pengangkutan dan pemusnahan sampah medisnya bahkan pernah gunakan ambulans yang tak terpakai untuk angkut sampah karena pihak ketiga tidak menyediakan angkutan khusus. Terkait hal ini sudah diproses hukum dan akhirnya kontraknya diputus, sekarang digantikan  oleh PT. Jalan Hijau untuk jasa pengangkutan sampah dan PT. WASTEC International untuk pemusnahan limbah nya, " dalihnya. 

Namun sayang nya terkait dengan keberadaan PT. WASTEC tersebut pihak RSUD tidak memberikan jawaban pasti terkait metode pemusnahan sampah. Begitupun dengan cara pengumpulan dan pengangkutan sampah medisnya. 

" Kebetulan yang berkompeten menjawab tentang pengelolaan limbah medis ini adalah Kepala Instalasi K3RS, Rita Pelitasari. Namun tadi ada disini,  sekarang dia tidak tahu dimana tidak diketahui keberadaannya, " ujar staf RSUD yang enggan disebutkan namanya. (Rikky Yusup)
Share:

BPJS Kab. Cianjur Klaim Kemiskinan Menurun

Cianjur Illusinews.com-Data kemiskian penduduk di wilayah cianjur diklaim mengalami penurunan pada tahun 2018 lalu. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cianjur, terdata  sebayak  221.58 jiwa tahun lalu.Menurun jika dibandingkan dengan tahun 2017 yang mencapai 257.41 jiwa. Artinya, ada penurunan prosentase sebesar 9,81 persen.

Ungkap Kepala Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik (Nerwilis) Kabupaten Cianjur, Surya Cahya Permana“Itu hasil survei jumlah penduduk miskin di Cianjur pada tahun 2017-2018,”  kepada Jurnal5 Cianjur, senin (4/2/2019).

Pasalnya, pihaknya saat ini tengah melakukan survei di lapangan.Sementara, untuk data terbaru pada tahun 2019 ini, masih belum bisa didapatkan.
“Kalau untuk tahun 2019 baru akan dilakukan survei. Saat ini petugas kami mulai sibuk melakukan survei ke lapangan,” jelasnya.

Surya menjelaskan, ada 14 kriteria masyarakat miskin menurut standar BPS. Kriteria ini diperlukan untuk pendataan Rumah Tangga Miskin (RTM). Data tersebut akan digunakan untuk membuat strategi dan program penanggulangan kemiskinan melalui program perlindungan sosial.

“Seperti luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari delapan meter persegi per orang, lalu jenis lantai tempat tinggal terbuat dari tanah, bambu atau kayu murahan,” jelasnya.

Selanjutnya ada jenis dinding tempat tinggal dari bambu, rumbia, kayu berkualitas rendah, tembok tanpa diplester, tidak memiliki fasilitas buang air besar atau bersama-sama demhan rumah tangga lain.
“Sumber air minum berasal dari sumur atau mata air tidak terlindung, sungai, air hujan, dan hanya membeli satu setel pakaian baru dalam setahun,”

Selain itu, juga ada kriteria bahwa sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik, bahan bakar untuk memasak sehari-hari kayu bakar, arang atau minyak tanah. Sedangkan untuk asupan, masyarakat miskin juga digolongkan mereka yang hanya mengkonsumsi daging, susu, ayam, sekali dalam seminggu.

Juga mereka yang hanya makan satu atau dua kali dalam sehari, tidak sanggup membayar biaya pengobatan di puskesmas atau poliklinik serta sumber penghasilan kepala rumah tangga adalah sebagai petani penggarap dengan luas lahan 500 meter persegi, buruh tani, nelayan, buruh bangunan, buruh perkebunan.

“Atau pekerjaan lainnya dengan pendapatan dibawah Rp600 ribu per bulan. Sedangkan pendidikan tertinggi kepala rumah tangga tidak sekolah atau tidak tamat SD, tidak memiliki tabungan atau barang yang mudah dijual dengan minimal Rp500 ribu seperti sepeda motor kredit/non kredit, emas, ternak, kapal, motor, atau barang modal lainnya,” jelasnya.

Di lain tempat, H Saputro Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, H Saputro meragukan data yang dimiliki BPS terkait jumlah penduduk miskin di Kabupaten Cianjur itu. Alasannya, survei BPS dilakukan tidak secara periodik per tahun, melainkan per 10 tahun sekali.

Sapturo menegaskan“BPS itu sensusnya 10 tahun sekali. Kalau data miskin fluktuatif,” soal data jumlah penduduk miskin sendiri sejatinya bukan hanya dimiliki BPS saja. Melainkan juga dimiliki oleh instansi lainnya. Seperti Dinas Sosial (Dinsos), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

"Karena itu sejatinya untuk mengetahui persis data kemiskinan di Cianjur, semestinya ada satu sistem yang menjadi acuan besama yang dilebur menjadi satu dalam Basis Data Terpadu (BDT)., tegasnya
Untuk data riil, itu Dinsos sedang memutahirkan data miskin lewat Basis Data Terpadu (BDT),” jelas Sapturo.“Ini yang seharusnya didorong Sapturo menambahkan, satu sistem tersebut dirasa sangat diperlukan guna menghindari data penduduk ganda. Karena itu, ia mendorong agar ada pendataan secara detil untuk mendata jumlah masyarakat miskin berdasarkan nama, alamat dan nomor induk kependudukan (NIK). Dengan begitu, akan mudah dilakukan pendeteksian dan pelacakan di kemudian hari.
“, DPRD Komisi IV Saat ini sedang mengajukan Peraturan Daerah (Perda) tentang Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) untuk perlindungan sosial, dan Penanggulangan Kemiskinan (PK). Tujuannya, guna mendukung peningkatan kualitas layanan,” .

 program SLRT itu benar-benar bisa menanggulangi kemiskinan di Kabupaten Cianjur.tegasnya
“ pemerintah betul-betul bisa menanggulangi warga miskin secara tepat sasaran
agar indikasi penduduk miskin itu cenderungan menurun saat ini. Karena pemerintah pusat melalui berbagai kementerian terus menggelontor berbagai program bantuan tegasnya.(AF)
Share:

Kehadiran OJOL, permudah transportasi warga Cianjur

Cianjur Illusinews.com– taranspotasi hari ini semakin maju dengan adanya satu aplikasi dimana masyarakat bisa memakai aplikasi tersebut dengan mudah Keberadaanojek online mampu merubah kebiasaan warga Cianjur. Untuk kepentingan transpotasi lebih mudah dan murah. 


Hendra kusman , salah satu warga karang tengah Cianjur misalnya, dia merupakan salah satu pengguna fitur og pood yang ada di aplikasi ojeg online. Dia merasa terbantu dengan adanya jasa tersebut.


“Gak repot harus keluar rumah, tinggal bayar di tempat, gak usah ngantri,” ujarnya.


Makanan yang dipesan biasanya seblak, nasi ayam, atau minuman. Meskipun terkadang pesanannya ditolak kalau hujan, tetapi pelayanan Go Food sering digunakan.


Go Food juga banyak dimanfaatkan oleh warga yang tinggal di daerah perumahan. Hal tersebut diungkapkan oleh asep, seorang pengemudi ojek  asal nagrak Kecamatan limbangansari Kabupaten Cianjur.


Dalam sehari rata-rata dirinya menerima empat pesanan Go Food. Rata-rata memang dari daerah perumahan yang membutuhkan jasa antar makanan.


“Biasanya dari kantor , perumahan sekolah ,” ucapnya.

Cara pesannya cukup mudah. Konsumen cukup menyimpan titik pemesanan ke restoran atau penjual makanan yang dipilih melalui aplikasi. Pengemudi ojek online terdekat dari tempat makanan yang dituju akan mendapatkan pesanan masuk dalam aplikasinya.

Jika orderan diterima oleh pengemudi, makanan yang dipesan konsumen akan dibeli dulu menggunakan uang pribadi. Dengan segera, pengemudi pun mengantarkan pesanan ke rumah pemesan.


“Go Food biasanya dari perumahan. Beli ayam geprek, bakso, mie ayam, nasi goreng, dan lain-lain tergantung pesanan,” paparnya.


Ongkos kirim pesanan beragam. Di 5 Kilometer pertama Rp 8 ribu dan 3 Kilometer berikutnya menambah Rp 2 ribu. Pembeli nantinya harus membayar biaya makanan yang dipesan plus ongkos kirimnya.


“Terima ongkosnya paling gede Rp 50 ribu. Pembeli biasanya usia 17 tahun ke atas,” tambahnya. (AF)
Share:

Anak Petani Karet Maju Sebagai Caleg DPRD Cianjur

Cianjur lllusinews.com- Serba kekurangan, tidak membuat pria berna Devitinus Zalukhu. tak putus harapan dalam menggapai cita-citanya. Anak kedua dari enam bersaudara kelahiran Pulau Nias pada tanggal 26 September 1992 dari seorang Ayah bernama Adieli zalukhu alias A. Sufi dan Ibu bernama Sadirila Dawolo Alias I. Sufi (Alm) ini, memiliki kisah menarik dalam menjalani proses kehidupan.

Sewaktu duduk di bangku SD, naik kelas 4 (empat ) devi dan adik- adiknya sudah mulai diajarkan cara menyadap karet, seusai pulang sekolah, untuk membantu kedua orang tua dalam mencukupkan kebutuhan ekonomi. lulus SD, dan melanjudkan jenjang SMP, jarak rumah dan Sekolah SMP Cukup lumayan dekat, berjarak 500
Meter dari rumah.

Sebelum berangkat kesekolah, pagi-pagi devi dan bersama kedua orang tua, pergi menyadap karet dikebun dan diperkirakan setengah jam delapan, pulang lagi kerumah untuk siap-siap berangkat ke sekolah. Kesekolah pun kadang mandi kadang tidak tergantung situasi dan kondisi, pulang sekolah, selesai istirahat. Dilajutkan lagi dikebon karet untuk membantu kedua orang tua menyadap karet,  itulah yang di lakukan setiap hari sampai tamat SMP.
Tahun 2009 di nyatakan LULUS di SMP N 3 Alasa, dan melanjudkan Pedidikan di SMA N 1 Alasa, perjalanan hidup pun masih belum berubah, dalam menempuh pendidikan di SMA N 1 Alasa, devi Tinggal di rumah Saudara yang berjarak sekitar 4 KM dari Sekolah. Pulang pergipun devi menempuh jalan kaki walaupun keadaan hujan dan panas bersama teman-temannya demi meraih sebuah arti pendidikan.

Tidak hanya itu saja, walaupun sudah menempuh perjalanan 8 Km perhari pulang pergi, seakan tidak terasa capek. Dikarnakan mengingat uang sekolah, dalam mencukupkan biaya sekolah, setiap pulang sekolah selesai makan dan istrirahat. Devi melanjutkan kegiatan menyadap karet milik keluarga, untuk bisa dimanfaatkan biaya uang sekolah setiap bulannya.

Dimana pada saat itu harga karet sangat rendah,penghasilan sangatlah minim dan hiduppun apa adanya. Devi pun pernah melanjudkan kuliah di salah satu perguruan tinggi suasta yang ada di sukabumi propinsi Jawa barat. walaupun tidak sampai selesai, tetapi tidak pernah patah semangat untuk melanjudkan study kedepannya.
Kisah perjalan hidup dari kecil hingga bisa menyelesaikan sma  yang dialami Devitinus Zalukhu dalam meraih pendidikan, sangat prihatin, dikarnakan keadaan ekonomi yang sangat tidak mendukung pada saat itu, riwayat pendidikannya, Tamat SD tahun 2006 di SD 071152 Desa Ononamolo Tumula, Tamat SMP tahun 2009, di SMP Negeri 3 alasa, Tamat SMA tahun 2012, setelah enam bulan dinyatakan lulus, devi bertekat meninggalkan pulau Nias dengan Tujuan ingin merantau di tanah jawa, dengan berjalannya waktu bukan kesenangan yang didapat, melainkan Musibah dan tantangan yang bertubi- tubi.

Baru tiga bulan bekerja, telah mengalami kecelakan lalulintas, dengan menabrak anak kecil umur 10 tahun dengan keadaan kritis, devi dan korban sama- sama mengalami luka parah, seminggu setelah mengalami kecelakan, mendengar kabar via telpon selulernya, yang di beritahukan oleh adik mama tercinta telah di panggil oleh yang maha kuasa.
Walaupun ongkos bisa diusahain untuk pulang ke Nias, tetapi berpikir dua kali untuk pulang dikarenakan keadaan dalam keadaan kritis, memang dalam hati sangat sedih dan menangis, tetapi hanya satu yang mengkuatkan adalah. saya kembalipun ibu tidak akan bangun lagi seperti semula.
Itulah sebagian cerita singkat Devitinus zalukhu yang sekarang bekerja di salah satu Bank yang di tempatkan di wilayah Cianjur.

Saya tidak pernah berpikir untuk maju sebagai calon legislatif atau berpolitik, dikarnakan belum ada  persiapan biaya sosialisasi, biaya ini biaya itu. tapi saya bersyukur Saya bisa bergabung dengan Partai PSI, saya semakin percaya saya pasti bisa, Saya juga suka berorganisasi. Sehingga saya semakin percaya diri dalam perjuangan saya. Imbuhnya
Kini, dengan semua tempahan pengalaman kerasnya perjuangan hidup dan kepedulian terhadap orang lain, Devitinus zalukhu akan melabuhkan harapan mencalonkan dirinya sebagai wakil bagi masyarakat dan kini telah menjadi salah satu calon wakil rakyat (Caleg) di Kabupaten Cianjur, apapun hasilnya. Kita tetap berani melangkah anak muda harus mencoba, kalau tidak dicoba penyesalan yang terjadi. Devi yang anti terhadap korupsi dan anti intoleransi berjanji untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. “ kita berjuang tanpa mengandalkan uang, karena apabila uang yang diandalkan maka saya percaya itu adalah awal korupsi yang disiapkan.” pungkasnya.(Dz)


Share:

Pangdam III Siliwangi Apresiasi Kinerja Kodim 0608 Cianjur

Cianjur Illusinews.com -Panglima Kodam III Siliwangi,Mayjen TNI Tri Soewandono meninjau Kodim 0608/Cianjur dalam rangka kunjungan kerja kami (24/01/2019).Jendral mengacungkan jempol terhadap pelaksanan tugas para prajurit khususnya  para Babinsa di masing masing Koramil di Cianjur.

Pada kesempatan tersebut,Pangdam disambut oleh Dandim 0608/Cianjur Letkol Czi(k) Hidayati beserta Perwira staf,dan Danyon 300/Raider,Mayor Inf Ary di Makodim 0608/Cianjur di jalan Siliwangi,Kelurahan Sawah gede Kecamatan Cianjur.

Sebelum melanjutkan perjalanan tak lupa,Pangdam juga memberikan arahan kepada jajaran anggotanya di Cianjur.Dia meminta para Babinsa untuk meningkatkan kesiap siagaanya terhadap bencana alam.

Kemudian mengenai keikutsertaan Babisa dalam pengawalan  proses pileg dan pilpres 2019,supaya tercipta suasana yang aman,damai dan sejuk seperti yang diharapkan masyarakat.(Humas Kodim0608/Cianjur)
Share:

Masyarakat Kep. Nias, Sukabumi - Cianjur Rayaka Natal Bersama

Illusinews.com,Masyarakat Kepulauan Nias yang ada diperantauan Sukabumi Cianjur Jawabarat,rayakan Natal bersama di daerah wisata puncak Cipanas  Cianjur,bertempat di Villa Puncak kanan minggu 20 Januari 2019,guna mempererat hubungan persaudaraan dengan masyarakat nias lainnya.

Perayaan Natal bersama masyarakat Nias Sukabumi Cianjur penuh hikmat dan damai,yang bertemakan "Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan" Bahasa Niasnya (Miomusoio dodomi bakhelowalangi) yang artinya marilah kita bersukacita kepada tuhan,walau banyak tantangan dan rintangan hidup tetap kita bersuka cita.

Hampir semua masyarakat nias yang ada di cianjur sukabumi ikut hadir merayakannya, baik dari SD SMP SMA /SMK maupun Mahasiswa Nias yang ada yayasan nya,seperti yayasan ELIM SMK Paulus STT SAPPI,ikut serta merayakan natal bersama.

Didalam kesempatan itu ketua panitia Baduala Tafonao dalam sambutannya mengucapakan terimakasih kepada masyarakat Nias Sukabumi Cianjur yang telah mengambil bagian dalam menyukseskan acara Natal bersama.

Begitu juga Ketua Masyarakat Nias Sukabumi Cianjur, Yufentinus Daeli sebagai ketua dan mewakili  masyarakat Nias,mengucapkan terimaksih kepada panitia yang telah meluangkan waktu tenaga dan materi dalam mempersiapkan natal kita bersama semoga kedepan masyarakat nias yang ada di perantauan semakin sukses dan semakin maju pungkasnya.(DEV)
Share:

MEGANTARA ADV

IllusiNews chat room