ILLUSI NEWS

Media Online yang lebih mengedepankan berita yang akurat dan terpercaya!!!

BPN CIANJUR MENOLAK PERSYARATAN LEGALISIR

Dikeluhkan oleh Warga Cianjur

OJOL

Kehadirannya Membantu Warga Cianjur

HIKMAH IMLEK

Pesanan Lampion Banyuwangi Meningkat

SPACE IKLAN

Area Foto Slider untuk media promosi!!!

Jumat, 11 Oktober 2019

Ambil Uang Tabungan Sepihak,.Dua Perusahaan Besar Dituding Rugikan Nasabah


CIANJUR_ILLUSINEWS. Dua perusahaan besar diadukan kepada Gubernur Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuanngan (OJK) karena diduga telah melakukan pemotongan dana milik nasabah secara sepihak. Kondisi tersebut memperlihatkan indikasi betapa buruknya kualitas pelayanan dari Indomobil Finance (IMFI) dan BRI Unit Siti Jenab Cabang Cianjur yang diadukan oleh Kantor Hukum Bravo Komando atas kuasa dari Nasabahnya Hj. Eneng Eti S. dan Radena Dwi Santika Heryana

Berdasarkan informasi yang dihimpun, perkara ini bermula saat Eneng mengaku terkejut begitu mengetahui tabungan miliknya berkurang secara tidak diketahui. Belakangan uang titipan milik famili Eneng tadi dipotong tanpa pemberitahuan dahulu dalam dua kali dengan nominal yang sama Rp. 2.524.000 pada bulan Agustus dan September 2019. Singkat kata ternyata pemotongan tersebut dilakukan pihak Indomobil Finance kepada Bank BRI tanpa konfirmasi terlebih dahulu kepada nasabah yang bersangkutan.
"Jelas tidak bisa dibiarkan ini karena konsumen itu dilindungi undang-undang dengan tidak berlaku seenaknya tindakan perusahaan. Klien kami tidak pernah memiliki ikatan perjanjian untuk dilakukan pemotongan uang secara auto debet melalui tabungan baik dengan IMFI maupu BRI," tegas Soliamin Harahap SH selaku Pengacara dari Kantor Hukum Bravo Komando saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.
Pria yang akrab disapa Coky tersebut menambahkan jika pihaknya telah melayangkan somasi hingga tiga kali kepada kedua perusahaan tersebut namun kurang ditanggapi secara serius bahkan terkesan tidak kooperatif. Sehingga menempuh upaya lain dengan melayangkan pengaduan resmi kepada Gubernur Bank Indonesia serta Otoritas Jasa Keuangan. Aduan resmi tersebut diperkiraan sedang dipelajari kedua institusi yang bergerak di bidang pengawasan terhadap kinerja perbankan maupun perusahaan pembiayaan.
"Kami sesalkan sikap kedua perusahaan tersebut karena dianggap tidak memiliki itikad baik dengan tidak menjawab somasi sehingga kami menempuh pengaduan resmi kepada dua institusi negara yang berkompeten dengan permasalahan ini. Tentu saja sebagai bentuk efek jera kami berharap agar kedua perusahaan diberikan sanksi yang berat agar tidak menimbulkan korban lainnya. Tindakan perusahaan tadi dianggap telah menyia-nyiakan hak konsumen yang notabene dilindungi oleh Undang-undang," tandasnya.
Upaya untuk mengkonfirmasi Indomobil Finance sudah dilakukan berkali-kali sayangnya tidak ada satupun yang bersedia diwawancarai. Dengan berbagai alasan yang sulit dipahami karena hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan resmi dari perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan kendaraan tersebut.
"Sudah disampaikan untuk konfirmasinya tapi pimpinan kami sedang tidak ada ditempat dan tidak tahu kapan datangnya. Saya hanya pegawai biasa sehingga tidak mungkin memberikan jawabannya, nanti saja," tutur Jajang yang sudah ditemui untuk kedua kalinya dengan memberikan jawaban yang sama.
Terpisah, Humas BRI Cianjur, Mochamad Irvan menolak disebut tidak kooperatif lantaran pihaknya mengaku hanya sebagai pihak penyedia fasilitas transaksi pendebetan secara otomatis yang terdapat pada suatu rekening. Dimana perintah atau persetujuan terkait pengaplikasiannya sepenuhnya diatur dalam perjanjian, kesepakatan atau bentuk lainnya antara debitur (Hj. Eneng) dengan pihak kreditur (Indomobil Finance).
"Kami menghimbau agar itu langsung meminta kejelasan lebih lanjut dari Indomobilnya sebab BRI tidak pernah melakukan perintah pendebetan atau pemindahbukuan dana nasabah Hj. Eneng untuk transaksi pembapyaran angsuran kredit maupun transaksi lainnya," ungkapnya. (RYR) 


Share:

Jumat, 10 Mei 2019

Ketum Bravo Komando : Jangan Salahkan Bazaar Terkait Pemindahan Pasar

CIANJUR-ILLUSI NEWS. Sebuah  keputusan penting itu dihasilkan melalui proses pergulatan pemikiran yang panjang karena disertai dengan beragam perdebatan. Tanggal 8 Mei 2019 menjadi tonggak bersejarah karena Bazaar Ramadhan akhirnya bisa dilaksanakan kembali sebagaimana yang sudah berlangsung sejak puluhan tahun silam. Kali ini bertempat di area halaman Wisma Karya sebagaimana disahkan putusannya oleh PLT. Bupati Cianjur Herman Suherman yang didampingi Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah S.IK, MH dan Dandim 0608 Cianjur, Letkol Inf. Rendra Dwi Ardhani. Pasca putusan tersebut semua pihak harus mampu bersikap legawa dan tidak perlu lagi memperkeruh keadaan dengan cara memelintir informasi sehingga dapat menimbulkan kegaduhan..
Menurut Penanggung jawab Bazaar Ramadhan, Bambang Adi Sudarso menyebutkan jika kegiatan bazaar sudah berlangsung cukup lama sehingga sudah mengkristal dalam dinamika kehidupan masyarakat Cianjur. Melalui kegiatan ini dapat mempererat jalinan silaturahmi diantara beragam komponen masyarakat. 
"Kita mengadakan bazaar  ramadhan ini sudah rutin dan berlangsung lebih dari sepuluh tahun sebelum ada pemindahan Pasar Induk Cianjur. Jadi ini sebagai ajang silaturahmi yang diadakan setahun sekali dengan berbagai ormas. Tidak kalah pentingnya juga acara ini untuk bantu meningkatkan perekonomian para pedagang skala kecil dan menengah," ujarnya.
Ditambahkan Ketua Umum Bravo Komando ini bahwa sejak awal kehadiran Bazaar tidak dimaksudkan untuk mematikan para pedagang apalagi sampai memindahkan Pasar Induk Cianjur (PIC). Sehingga pasca putusan 8 mei tersebut semua pihak dapat mencerna dengan jernih dan tidak lagi memperkeruh keadaan.
"Jangan sampai sepinya PIC kemudian dialamatkan kepada bazaar sebagai penyebabnya, rasanya tidak perlu bazaar dijadikan kambing hitam. Sebab pemindahan PIC itu tidak ada kaitannya dengan Bazaar karena itu merupakan kebijakan dari mantan Bupati terdahulu (TMS). Jadi semua pihak harus mampu memahami situasi ini dengan tidak lagi memperkeruh keadaan," bebernya.
Sementara itu, Ketua Media Center Bravo Komando (MCBK), Rikky menambahkan bahwa untuk pelaksanaan bazaar tahun ini sudah melalui proses pembahasan yang cukup panjang. Saking detailnya semua permasalahan diurai dari berbagai sudut pandang yang diwakili oleh masing-masing instansi tidak terkecuali perwakilan para pedagang PIC.
"Setidaknya saya mengikuti 5 kali audiensi (rapat pembahasan,red) sebelum akhirnya pada tanggal 8 mei 2019 diputuskan oleh Muspida Cianjur. Prosesnya terbilang alot karena setiap audiensi itu menyerap beragam informasi tidak terkecuali keluhan dari para pedagang PIC juga mengemuka. Kalau meminjam ucapan PLT Bupati itukan bahwa keputusan yang diambil itu tidak akan menyenangkan semua pihak tapi harus diterima oleh semua pihak," bebernya.
Kedepan, kata dia, semua pihak bisa menatap masa depan yang lebih baik dengan menghindari upaya yang mengarah kepada adu domba. Sehingga mampu membedakan dengan baik setiap dinamika yang berkembang di masyarakat dengan jernih.
"Jangan sampai diantara sesama komponen masyarakat mau diadu domba oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan sesaat. Dalam sejarahnya bazaar ramadhan ini bukan dimaksudkan untuk mematikan sektor usaha lain  tapi justru mempererat tali silaturahmi dan sarana untuk saling berkomunikasi," pungkasnya. (TMH/DNS)



Share:

Kamis, 09 Mei 2019

Sejumlah Fakta Tentang Bazaar Ramadhan di Cianjur Kota (Bagian Keempat-Habis)

Menapaktilasi Jalan Terjal Audiensi Hingga Mendapati Keputusan Menyejukkan 
CIANJUR-ILLUSI NEWS.Siang itu cuaca mendung, seolah-olah kondisi semacam itu seperti tidak mendukung. Hari itu hujan mengguyur deras tapi tidak menyurutkan semangat untuk mengakhiri pertemuan dengan menyejukkan. Tak kalah berharganya yakni di waktu bersamaan, PLT Bupati Cianjur Herman Suherman mengambil putusan tegas bahwa pelaksanaan Bazaar Ramadhan tahun ini ditempatkan di area halaman Wisma Karya Cianjur. Turut menyaksikan di mimbar paling depan Aula Wirapratama Polres Cianjur yaitu p Kapolres Cianjur AKBP Soliyah S.IK,MH dan Dandim Cianjur, Letkol Inf. Rendra Dwi Ardhani, Rabu (8/5/2019).
Hadir dalam kesempatan pengambilan keputusan tersebut juga dari Kasatpol PP dan Damkar, Muzani Saleh serta dari Jajaran Instansi Disperindag, Kaban Kesbangpol Dadan Ginanjar serta dari jajaran instansi Dinas KUKM dan Perindag, Dinas Perhubungan hingga Camat Cianjur, Kepala Pasar Induk Cianjur (PIC). Turut hadir juga dari perwakilan Bravo Komando Grup, GARIS dan Dewan Perwakilan Pedagang Pasar Induk Cianjur (DPP-PIC). 
Sejarah itu sudah tercetak dengan jelas tapi untuk sampai kesana ternyata harus menempuh jalan terjal berliku. Melalui berbagai tahapan yang dilalui dengan sejumlah audiensi, sebagaimana disarankan oleh PLT Bupati Cianjur.
"Sebetulnya kita sudah terbiasa melalukan audiensi sehingga begitu ada tawaran audiensi maka tidak perlu berpikir lama lagi langsung kita sampaikan permohonannya. Walaupun beberapa kali audiensi tapi akhirnya baru di Aula Wirapratama Polres Cianjur saya berkesempatan bicara mengurai gagasan di hadapan PLT Bupati serta pejabat tinggi lainnya," ujar pengurus Media Center Bravo Komando (MCBK), Ahmad Sajidin menjelaskan.
Pria berkepala plontos itu menambahkan jika audiensi merupakan proses dengar pendapat antara dua belah pihak dan membahas hal tertentu. Sehingga dalam kesempatan tersebut diuji intelektual masing-masing pihak guna mengurai gagasannya dalam menyelesaikan suatu permasalahan.
"Apa yang terjadi saat ini ternyata audiensi ini berarhir dengan baik karena sudah dinyatakan keputusan secara resmi oleh PLT Bupati Cianjur bahwa bazaar ramadhan diizinkan untuk dilaksanakan di Area Halaman Wisma Karya. Saya kira cukup melelahkan juga tapi kalau menyaksikan kenyataannya ternyata audiensi itu sendiri tidak sia-sia tapi sangat bermakna," ungkap pria yang biasa disapa Najib ini.
Ditempat yang sama, Penasehat Bravo Komando, Jamal menyebutkan jika pihaknya mengapresiasi apa yang diputuskan di Aula Wirapratama ini karena sudah mengakomodir dinamika yang berkembang di lapangan. Sikap ini menunjukkan bahwa keputusan penting pada rapat 12 April lalu menjadi acuan dalam pengambilan keputusan kali ini.
"Tadinya kita mau melangkah kepada aksi unjuk rasa jika pertemuan hari ini tidak aspiratif. Namun begitu mendengar secara langsung dan terbuka atas keputusan dari orang nomor satu di Cianjur saat ini tentu saja kita mengapresiasi," bebernya.
Dia menambahkan bahwa perjalanan panjang yang dilalui untuk memperoleh jawaban pasti atas pelaksanaan bazaar ramadhan ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Sehingga proses dialog merupakan jalan untuk menyelesaikan perbedaan pendapat agar mendapatkan titik terang atas semua permasalan yang terjadi.
"Jadi melalui proses dialog itu akan jadi terang benderang semuanya sehingga kita sebagai penyelenggara bisa didengar oleh pihak lain dengan tidak menuduh yang macam-macam. Bazaar ini sudah berlangsung puluhan tahun, jadi ini merupakan kearifan lokal yang semestinya dipahami guna meramaikan ramadhan dan memajukan usaha kecil dan menengah. Kita terbuka siapapun ingin bergabung, silahkan saja mendaftarkan diri sebab inikan bukan komersialisasi semata tapi ajang silaturahmi diantara sesama komponen anak bangsa," pungkasnya. (RKR)








Share:

Senin, 06 Mei 2019

Sejumlah Fakta Tentang Bazaar Ramadhan di Cianjur Kota (Bagian Ketiga)

Betapa Memalukan Mempunyai Pemimpin yang Tak Menunjukkan Batang Hidungnya 
CIANJUR-ILLUSI NEWS. Awal bulan ramadhan (6/5/2019) semestinya dihiasi dengan pemandangan yang menyejukkan hati sehingga indah dinikmati. Namun apa mau dikata ternyata faktanya malah sebaliknya dimana  sikap yang tidak berwibawa ditunjukkan oleh instansi Satuan Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP) Cianjur. Sebagian tenda yang sudah terpasang untuk kegiatan Bazaar Ramadhan ternyata dibongkar paksa instansi tersebut tanpa pemberitahuan dahulu terhadap panitia penyelenggara.
Saat dikonfirmasi, Kasatpol PP Cianjur Muzani Saleh membenarkan jika pihaknya dengan terpaksa melakukan pembongkaran terhadap tenda yang sudah terpasang panitia bazaar ramadhan. Hal tersebut karena adanya instruksi dari pimpinan (PLT Bupati Cianjur,red) namun setelah beberapa saat kemudian kini sudah diizinkan kembali untuk beberapa titik lokasi.
"Tadi subuh saya ketemu pimpinan sehingga kemudian pagi harinya kita lakukan pembongkaran tapi kini sudah diizinkan kembali setelah saya berkomunikasi. Detail untuk denahnya juga saya laporkan kepada Kepala Badan Kesbangpol Cianjur makanya saya kesini," katanya saat ditemui di Kantor Kesbangpol Cianjur.
Masih di tempat yang sama, Kepala Badan Kesbangpol Cianjur, Dadan Ginanjar mengaku jika dirinya ditugaskan oleh pimpinan (PLT Bupati Cianjur) setelah sebelumnya bertemu di Masjid Agung selepas shalat subuh. Diapun tak membolehkan pihak panitia untuk menemui pimpinannya sembari tidak menyebutkan keberadaan PLT Bupati tersebut. Menurut mantan Camat Cugenang itu jika pimpinannya juga menyarankan agar panitia bazaar berkomunikasi dengan pihak tertentu. 
"Saya sudah datang dan berbicara dengan mereka tapi tetap tidak mau berdialog karena dianggap tidak perlu. Jadi saya sarankan silahkan kalau dari panitia untuk menemui mereka karena itu diperlukan sebagai pertimbangan bagi pemerintah," ucapnya tanpa merinci secara detail alasan penolakan dialog dari pihak tertentu tadi.
Sontak jawaban kedua Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut menimbulkan sejumlah pertanyaan lantaran terkesan mengabaikan komitmen yang sudah diputuskan dalam rapat terbuka yang dilakukan secara formal kelembagaan. Disisi lain juga kerap mengatasnamakan pimpinannya yakni PLT Bupati namun begitu dikonfirmasi selalu menghindar dan tak sudi ditemui.
"Kita heran aja dengan sikap PLT Bupati sekarang ini, disatu sisi beliau yang berinisiatif agar kita melakukan audiensi tapi tak pernah mau hadir bahkan sulit ditemui. Bagaimana tidak aneh, sudah lima kali pertemuan tapi tak mau menunjukkan batang hidungnya. Tapi keputusan yang diambil malah dianulirnya sendiri, jelas inikan ada yang tidak beres dengan tata kelola pemerintahan semacam ini," ujar salahseorang panitia penyelenggara Bazaar Ramadhan, Denda Sumirat.
Dirinya menambahkan, pihaknya sudah memenuhi undangan pertemuan yang difasilitasi Kesbangpol Cianjur (2/5/2019) guna membahas bazaar ramadhan. Namun sejumlah pihak tidak menghadiri padahal sudah dinyatakan urgensinya terhadap pembahasan agenda pertemuan tersebut.
"Jelas tidak bisa seenaknya seperti itu sikap pemerintah takluk oleh kepentingan sekelompok orang yang memaksakan kehendaknya. Harusnya hadir untuk beradu argumen bukan malah menunjukkan sikap anti terhadap dialog dengan tidak menghadiri undangan resmi," ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Bravo Komando, Bambang Adi Sudarso yang mengaku heran dengan sikap dan kepemimpinan PLT Bupati Cianjur saat ini. Menurutnya sangatlah aneh bilamana pemimpin menghindari konflik padahal hal tersebut terjadi akibat ketidakberesan manajemen pemerintahan itu sendiri.
"Kalau kita ini siap berdialog dengan pemerintah tapi kalau harus menemui lembaga tertentu yang dipimpin bukan orang pemerintah itu jelas tidak mungkin kami lakukan. Kita ini berpedoman kepada keputusan pemerintah bukannya mematuhi pemaksaan kehendak yang dilakukan sekelompok orang," teganya. 
Ia menambahkan bahwa putusan resmi tentang pelaksanaan bazaar itu sudah dibuat bahkan disaksikan banyak orang dalam sebuah pertemuan. Sangatlah tidak beralasan jika putusan tadi dianulir oleh pihak tertentu tanpa melalui prosedur yang sejatinya resmi.
"Hal ini menyangkut kewibawaan Pemerintah Cianjur, begitu posisi bazaar sudah diputuskan resmi (12/4/2019) maka kami berbenah untuk mempersiakpkan diri. Kami bukan sedang memaksakan kehendak tapi menjaga martabat pemerintah bahwa sesuatu yang diputuskan secara resmi harus dipatuhi oleh semua pihak," pungkasnya. (RKR)






Share:

Kamis, 02 Mei 2019

Sejumlah Fakta Tentang Bazaar Ramadhan di Cianjur Kota (Bagian Kedua)

Menguji Nurani Pemerintah Terhadap Suasana Kebathinan Masyarakat 
CIANJUR-ILLUSI NEWS. Benak publik akan merekam dengan bernas jika sebuah keputusan melalui forum terbuka maka hasilnya jauh memuaskan. Hal itu berarti bahwa putusan yang ada tidaklah mudah begitu saja untuk dibatalkan karena persetujuan tentang pelaksanaan Bazaar Ramadhan kali ini dilewati melalui berbagai tahapan. Mulai dari audiensi dengan PLT Bupati Cianjur, Rapat Pembahasan Pertama dan Rapat Pembahasan Kedua yang kesemuanya dilaksanaan di ruangan Sekretaris Daerah Cianjur.
Momentum 12 April 2019 merupakan peristiwa bersejarah dalam proses pengambilan keputusan Pemkab Cianjur karena untuk menentukan lokasi bazaar tahun ini melibatkan 17 instansi pemerintahan termasuk TNI dan POLRI. Suasana demokratis dalam rapat kedua tersebut cukup terpancar jelas dalam sorot mata peserta yang hadir bahkan sesekali terdengar tawa riang karena ada guyonan sebagai selingan mengisi keseriusan.
Tentu suasana kebathinan masyarakat menyaksikan dengan cukup jelas bahwa Pemkab Cianjur sangat proaktif merespon tuntutan perubahan sehingga iklim demokratis diwujudkan melalui forum tersebut. Hal ini tentu merupakan ujian bagi pemerintah sebab jika tidak konsisten bukan tidak mungkin masyarakat akan memberikan label buruk terhadap pemimpin yang sekarang.
"Kalau kita ini bukan sedang ingin berdebat dengan pemerintah melainkan menuntut konsistensi dan tanggungjawabmnya sebab keputusan tentang pelaksanaan bazaar  dan penentuan lokasinya sudah ditetapkan secara terbuka melalui forum resmi (12 April 2019,red). Sehingga tidak bisa dengan seenaknya merubah keputusan tersebut karena kita juga terlibat dan menyaksikan dalam proses pengambilan keputusannya," ujar Ketua Umum Bravo Komando, Bambang Adi Sudarso kepada ILLUSI NEWS.
Pria yang akrab disapa Bengbeng ini mengaku jika pihaknya sudah melalui tahapan yang prosedural untuk melaksanakan kegiatan bazaar ini. Bahkan pembuktian juga sudah didapatkan dengan adanya dukungan masyarakat dan sejumlah organisasi kemasyarakatan yang ada di Cianjur. Sehingga tidak ada unsur pemaksaan kehendak dengan cara-cara yang tidak demokratis.
"Tidaklah benar kalau kita menggunakan cara-cara premanisme karena tahapannya dilalui secara prosedural bahkan berkomunikasi secara baik-baik dengan jajaran instansi terkait maupun segenap komponen masyarakat," bebernya.
Bukan tanpa alasan jika Ketua DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Cianjur, Asep Ridwan memberikan dukungannya terhadap pelaksanaan bazaar ramadhan. Menurutnya kegiatan  tersebut mempunyai sisi positif untuk memajukan sektor usaha kecil serta meningkatkan daya beli masyakarat terutama golongan kelas menengah ke bawah.
"Bisa dibilang dalam kegiatan bazaar ini yang ditawarkan kepada khalayak itukan kebutuhan sandang masyarakat yang harganya terjangkau terutama untuk kelas menengah ke bawah. Saya malah tidak melihat sisi negatifnya karena itu justru aneh kalau ada pihak yang berkeberatan atas acara yang digelar setahun sekali tersebut," ungkapnya. 
Di tempat berbeda, Lurah Solokpandan Cianjur, Deden membenarkan jika dirinya merekomendasikan kegiatan bazaar tersebut setelah terlebih dahulu berkonsultasi dengan Camat Cianjur. Lalu, setelah mendapatkan kejelasan adanya persetujuan PLT Bupati Cianjur yang memiliki kewenangan atas pelaksanaan kegiatan tersebut, dirinya juga mengamini.
"Untuk kedatangan pertama dari panitia bazaar ini sayapun menolak memberikan rekomendasi karena belum ada kejelasan dari pimpinan. Namun untuk berikutnya saya memperoleh kejelasan informasi bahwa acara tersebut sudah mendapat restu dari PLT Bupati sehingga sayapun langsung merekomendasikannya karena panitia juga sudah menyertakan persetujuan masyarakat setempat," ucapnya beberapa waktu lalu. (RKR)
Share:

Rabu, 01 Mei 2019

Sejumlah Fakta Tentang Bazaar Ramadhan di Cianjur Kota (Bagian Pertama)



Sekjen BRAVO KOMANDO : Kami Berkreasi Bukan Untuk Kepentingan Pribadi 
CIANJUR-ILLUSINEWS. Bazaar Ramadhan yang saban tahun dilaksanakan di kawasan Cianjur Kota sudah ada sejak puluhan tahun silam. Sehingga keberadaannya tidak bisa dilepaskan dari memori kolektif masyarakat di  kota tatar santri ini.  Tak urung jika ada pihak-pihak yang berkeberatan terhadap momen kegiatan itu bisa diibaratkan tidak memahami akar sejarahnya. 
Dalam perjalanannya kegiatan Bazaar itu sendiri sudah bisa diterima khalayak luas tidak hanya oleh masyarakat Cianjur semata melainkan untuk warga luar daerah yang sedang berkunjung atau sedang melintas wilayah Cianjur. Rata-rata pengunjung merasakan manfaatnya karena harga barang dagangan sangat terjangkau untuk masyarakat kelas menengah ke bawah.
"Saya malah menyayangkan kalau Bazaar Ramadhan itu ditiadakan karena terasa sekali manfaatnya. Selain barang yang jual beragam terutama jenis pakaian juga harganya terjangkau untuk buruh kayak saya ini," ujar Fauzi (36) warga Kecamatan Warungkondang ditemui saat belanja di pusat kota.
Tak ayal opini yang berkembang selama ini dihembuskan oleh pihak-pihak yang tak bertanggungjawab untuk membangun persepsi jika Bazaar tidak bermanfaat. Kondisi tersebut seakan menegaskan bahwa mereka yang tak setuju tidak memahami apa yang berkembang dalam dinamika masyarakat saat ini yang menginginkan kebutuhan ramadhan bisa terjangkau harganya.
Dalam bazaar itu sendiri tidak menjual sembako melainkan beragam jenis pakaian baik kemeja, celana, sarung, peci, sandal dan banyak lainnya maupun pakaian anak. Kebutuhan akan hal itu sangat dinantikan masyarakat kelas menengah ke bawah yang menginginkan barang baru tapi harga murah.
"Barang yang kita jual sangat terjangkau oleh masyarakat bawah dan tak kalah pentingnya adalah ajang kegiatan ini bukan semata-mata komersialisasi. Tapi lebih kepada semangat membangun silaturahmi dengan segenap komponen masyarakat agar terjalin suasana yang menyejukkan," ujar Sekjen Bravo Komando, Edi Mulyono kepada ILLUSI NEWS.
Dengan tegas Edi membantah tuduhan pihak tertentu bahwa Bazaar Ramadhan ini dimaksudkan sebagai ajang politis. Menurutnya momen Bazaar ini dilakukan oleh beragam Organisasi Kemasyarakatan yang ada di Cianjur sekaligus sebagai wahana pemersatu dan memberikan peluang kepada pengusaha kecil untuk memajukan usaha.
"Jangan sampai dipolitisasi jika kegiatan Bazaar ini untuk mematikan para pedagang lain, sama sekali tidak ada pemikiran ke arah sana. Kita malah memberikan peluang usaha kepada pengusaha kecil untuk memajukan bisnisnya disini. Tidak kalah pentingnya kita ingin agar kegiatan bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dengan komponen masyarakat yang ada di Cianjur ini," bebernya.
Terpisah Camat Cianjur, Yudi Suhartono menyebutkan jika pihaknya merekomendasikan kegiatan bazaar ramadhan tersebut karena sudah disepakati bersama dalam rapat resmi seluruh instansi terkait di ruangan Sekda Cianjur pada 12 April 2019. Lokasi yang disetujui berada di kawasan Wisma Karya bahkan hal tersebut juga sudah melalui pembahasan secara terbuka dengan seluruh peserta rapat. 
"Jadi begitu ada tanda tangan dukungan masyarakat dan sejumlah ormas serta direkomendasikan oleh Lurah Solokpandan maka selanjutnya saya meneruskan rekomendasi kepada Kepala Badan Kesbangpol Cianjur. Tadinya saya juga memberikan arahan agar beraudiensi dengan PLT Bupati Cianjur, rupanya para penyelenggara ini juga sudah melakukannya sehingga sayapun membubuhkan tanda tangan untuk merekomendasikan acara tersebut. Kalau sudah ada sinyal dari pimpinan (PLT Bupati, red) tentu sayapun tidak bisa menolaknya," urainya ditemui beberapa waktu lalu. (RKR)











Share:

Sabtu, 16 Maret 2019

Selamat Menempuh Hidup Baru, Sahabatku !


Telah Menikah Edi Mulyono (Putra dari pasangan Rukadi alm, dan Marmi) dengan Nadya Illusi Aulianissa S.Ikom (Putri dari pasangan S. Zull Baday Samodra dan Rina Mardiana) di Taman Piknik Hotel,Ciloto, Cipanas-Cianjur pada hari Sabtu (16 Maret 2019). Selamat menempuh hidup baru sahabatku (Pemimpin Umum ILLUSI NEWS), 'Barakallahu lakum wa baraka alaikum' (Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kalian keberkahan dan melimpahkan atas kalian keberkahan).   
Share:

MEGANTARA ADV

IllusiNews chat room