Betapa Memalukan Mempunyai Pemimpin yang Tak Menunjukkan Batang Hidungnya
CIANJUR-ILLUSI NEWS. Awal bulan ramadhan (6/5/2019) semestinya dihiasi dengan pemandangan yang menyejukkan hati sehingga indah dinikmati. Namun apa mau dikata ternyata faktanya malah sebaliknya dimana sikap yang tidak berwibawa ditunjukkan oleh instansi Satuan Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP) Cianjur. Sebagian tenda yang sudah terpasang untuk kegiatan Bazaar Ramadhan ternyata dibongkar paksa instansi tersebut tanpa pemberitahuan dahulu terhadap panitia penyelenggara.
Saat dikonfirmasi, Kasatpol PP Cianjur Muzani Saleh membenarkan jika pihaknya dengan terpaksa melakukan pembongkaran terhadap tenda yang sudah terpasang panitia bazaar ramadhan. Hal tersebut karena adanya instruksi dari pimpinan (PLT Bupati Cianjur,red) namun setelah beberapa saat kemudian kini sudah diizinkan kembali untuk beberapa titik lokasi.
"Tadi subuh saya ketemu pimpinan sehingga kemudian pagi harinya kita lakukan pembongkaran tapi kini sudah diizinkan kembali setelah saya berkomunikasi. Detail untuk denahnya juga saya laporkan kepada Kepala Badan Kesbangpol Cianjur makanya saya kesini," katanya saat ditemui di Kantor Kesbangpol Cianjur.
Masih di tempat yang sama, Kepala Badan Kesbangpol Cianjur, Dadan Ginanjar mengaku jika dirinya ditugaskan oleh pimpinan (PLT Bupati Cianjur) setelah sebelumnya bertemu di Masjid Agung selepas shalat subuh. Diapun tak membolehkan pihak panitia untuk menemui pimpinannya sembari tidak menyebutkan keberadaan PLT Bupati tersebut. Menurut mantan Camat Cugenang itu jika pimpinannya juga menyarankan agar panitia bazaar berkomunikasi dengan pihak tertentu.
"Saya sudah datang dan berbicara dengan mereka tapi tetap tidak mau berdialog karena dianggap tidak perlu. Jadi saya sarankan silahkan kalau dari panitia untuk menemui mereka karena itu diperlukan sebagai pertimbangan bagi pemerintah," ucapnya tanpa merinci secara detail alasan penolakan dialog dari pihak tertentu tadi.
Sontak jawaban kedua Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut menimbulkan sejumlah pertanyaan lantaran terkesan mengabaikan komitmen yang sudah diputuskan dalam rapat terbuka yang dilakukan secara formal kelembagaan. Disisi lain juga kerap mengatasnamakan pimpinannya yakni PLT Bupati namun begitu dikonfirmasi selalu menghindar dan tak sudi ditemui.
"Kita heran aja dengan sikap PLT Bupati sekarang ini, disatu sisi beliau yang berinisiatif agar kita melakukan audiensi tapi tak pernah mau hadir bahkan sulit ditemui. Bagaimana tidak aneh, sudah lima kali pertemuan tapi tak mau menunjukkan batang hidungnya. Tapi keputusan yang diambil malah dianulirnya sendiri, jelas inikan ada yang tidak beres dengan tata kelola pemerintahan semacam ini," ujar salahseorang panitia penyelenggara Bazaar Ramadhan, Denda Sumirat.
Dirinya menambahkan, pihaknya sudah memenuhi undangan pertemuan yang difasilitasi Kesbangpol Cianjur (2/5/2019) guna membahas bazaar ramadhan. Namun sejumlah pihak tidak menghadiri padahal sudah dinyatakan urgensinya terhadap pembahasan agenda pertemuan tersebut.
"Jelas tidak bisa seenaknya seperti itu sikap pemerintah takluk oleh kepentingan sekelompok orang yang memaksakan kehendaknya. Harusnya hadir untuk beradu argumen bukan malah menunjukkan sikap anti terhadap dialog dengan tidak menghadiri undangan resmi," ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Bravo Komando, Bambang Adi Sudarso yang mengaku heran dengan sikap dan kepemimpinan PLT Bupati Cianjur saat ini. Menurutnya sangatlah aneh bilamana pemimpin menghindari konflik padahal hal tersebut terjadi akibat ketidakberesan manajemen pemerintahan itu sendiri.
"Kalau kita ini siap berdialog dengan pemerintah tapi kalau harus menemui lembaga tertentu yang dipimpin bukan orang pemerintah itu jelas tidak mungkin kami lakukan. Kita ini berpedoman kepada keputusan pemerintah bukannya mematuhi pemaksaan kehendak yang dilakukan sekelompok orang," teganya.
Ia menambahkan bahwa putusan resmi tentang pelaksanaan bazaar itu sudah dibuat bahkan disaksikan banyak orang dalam sebuah pertemuan. Sangatlah tidak beralasan jika putusan tadi dianulir oleh pihak tertentu tanpa melalui prosedur yang sejatinya resmi.
"Hal ini menyangkut kewibawaan Pemerintah Cianjur, begitu posisi bazaar sudah diputuskan resmi (12/4/2019) maka kami berbenah untuk mempersiakpkan diri. Kami bukan sedang memaksakan kehendak tapi menjaga martabat pemerintah bahwa sesuatu yang diputuskan secara resmi harus dipatuhi oleh semua pihak," pungkasnya. (RKR)
Tags: BAZAAR Cianjur hiburan Ramadhan








0 komentar:
Posting Komentar