ILLUSI NEWS

Media Online yang lebih mengedepankan berita yang akurat dan terpercaya!!!

BPN CIANJUR MENOLAK PERSYARATAN LEGALISIR

Dikeluhkan oleh Warga Cianjur

OJOL

Kehadirannya Membantu Warga Cianjur

HIKMAH IMLEK

Pesanan Lampion Banyuwangi Meningkat

SPACE IKLAN

Area Foto Slider untuk media promosi!!!

Jumat, 11 Oktober 2019

Ambil Uang Tabungan Sepihak,.Dua Perusahaan Besar Dituding Rugikan Nasabah


CIANJUR_ILLUSINEWS. Dua perusahaan besar diadukan kepada Gubernur Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuanngan (OJK) karena diduga telah melakukan pemotongan dana milik nasabah secara sepihak. Kondisi tersebut memperlihatkan indikasi betapa buruknya kualitas pelayanan dari Indomobil Finance (IMFI) dan BRI Unit Siti Jenab Cabang Cianjur yang diadukan oleh Kantor Hukum Bravo Komando atas kuasa dari Nasabahnya Hj. Eneng Eti S. dan Radena Dwi Santika Heryana

Berdasarkan informasi yang dihimpun, perkara ini bermula saat Eneng mengaku terkejut begitu mengetahui tabungan miliknya berkurang secara tidak diketahui. Belakangan uang titipan milik famili Eneng tadi dipotong tanpa pemberitahuan dahulu dalam dua kali dengan nominal yang sama Rp. 2.524.000 pada bulan Agustus dan September 2019. Singkat kata ternyata pemotongan tersebut dilakukan pihak Indomobil Finance kepada Bank BRI tanpa konfirmasi terlebih dahulu kepada nasabah yang bersangkutan.
"Jelas tidak bisa dibiarkan ini karena konsumen itu dilindungi undang-undang dengan tidak berlaku seenaknya tindakan perusahaan. Klien kami tidak pernah memiliki ikatan perjanjian untuk dilakukan pemotongan uang secara auto debet melalui tabungan baik dengan IMFI maupu BRI," tegas Soliamin Harahap SH selaku Pengacara dari Kantor Hukum Bravo Komando saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.
Pria yang akrab disapa Coky tersebut menambahkan jika pihaknya telah melayangkan somasi hingga tiga kali kepada kedua perusahaan tersebut namun kurang ditanggapi secara serius bahkan terkesan tidak kooperatif. Sehingga menempuh upaya lain dengan melayangkan pengaduan resmi kepada Gubernur Bank Indonesia serta Otoritas Jasa Keuangan. Aduan resmi tersebut diperkiraan sedang dipelajari kedua institusi yang bergerak di bidang pengawasan terhadap kinerja perbankan maupun perusahaan pembiayaan.
"Kami sesalkan sikap kedua perusahaan tersebut karena dianggap tidak memiliki itikad baik dengan tidak menjawab somasi sehingga kami menempuh pengaduan resmi kepada dua institusi negara yang berkompeten dengan permasalahan ini. Tentu saja sebagai bentuk efek jera kami berharap agar kedua perusahaan diberikan sanksi yang berat agar tidak menimbulkan korban lainnya. Tindakan perusahaan tadi dianggap telah menyia-nyiakan hak konsumen yang notabene dilindungi oleh Undang-undang," tandasnya.
Upaya untuk mengkonfirmasi Indomobil Finance sudah dilakukan berkali-kali sayangnya tidak ada satupun yang bersedia diwawancarai. Dengan berbagai alasan yang sulit dipahami karena hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan resmi dari perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan kendaraan tersebut.
"Sudah disampaikan untuk konfirmasinya tapi pimpinan kami sedang tidak ada ditempat dan tidak tahu kapan datangnya. Saya hanya pegawai biasa sehingga tidak mungkin memberikan jawabannya, nanti saja," tutur Jajang yang sudah ditemui untuk kedua kalinya dengan memberikan jawaban yang sama.
Terpisah, Humas BRI Cianjur, Mochamad Irvan menolak disebut tidak kooperatif lantaran pihaknya mengaku hanya sebagai pihak penyedia fasilitas transaksi pendebetan secara otomatis yang terdapat pada suatu rekening. Dimana perintah atau persetujuan terkait pengaplikasiannya sepenuhnya diatur dalam perjanjian, kesepakatan atau bentuk lainnya antara debitur (Hj. Eneng) dengan pihak kreditur (Indomobil Finance).
"Kami menghimbau agar itu langsung meminta kejelasan lebih lanjut dari Indomobilnya sebab BRI tidak pernah melakukan perintah pendebetan atau pemindahbukuan dana nasabah Hj. Eneng untuk transaksi pembapyaran angsuran kredit maupun transaksi lainnya," ungkapnya. (RYR) 


Share:

Jumat, 10 Mei 2019

Ketum Bravo Komando : Jangan Salahkan Bazaar Terkait Pemindahan Pasar

CIANJUR-ILLUSI NEWS. Sebuah  keputusan penting itu dihasilkan melalui proses pergulatan pemikiran yang panjang karena disertai dengan beragam perdebatan. Tanggal 8 Mei 2019 menjadi tonggak bersejarah karena Bazaar Ramadhan akhirnya bisa dilaksanakan kembali sebagaimana yang sudah berlangsung sejak puluhan tahun silam. Kali ini bertempat di area halaman Wisma Karya sebagaimana disahkan putusannya oleh PLT. Bupati Cianjur Herman Suherman yang didampingi Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah S.IK, MH dan Dandim 0608 Cianjur, Letkol Inf. Rendra Dwi Ardhani. Pasca putusan tersebut semua pihak harus mampu bersikap legawa dan tidak perlu lagi memperkeruh keadaan dengan cara memelintir informasi sehingga dapat menimbulkan kegaduhan..
Menurut Penanggung jawab Bazaar Ramadhan, Bambang Adi Sudarso menyebutkan jika kegiatan bazaar sudah berlangsung cukup lama sehingga sudah mengkristal dalam dinamika kehidupan masyarakat Cianjur. Melalui kegiatan ini dapat mempererat jalinan silaturahmi diantara beragam komponen masyarakat. 
"Kita mengadakan bazaar  ramadhan ini sudah rutin dan berlangsung lebih dari sepuluh tahun sebelum ada pemindahan Pasar Induk Cianjur. Jadi ini sebagai ajang silaturahmi yang diadakan setahun sekali dengan berbagai ormas. Tidak kalah pentingnya juga acara ini untuk bantu meningkatkan perekonomian para pedagang skala kecil dan menengah," ujarnya.
Ditambahkan Ketua Umum Bravo Komando ini bahwa sejak awal kehadiran Bazaar tidak dimaksudkan untuk mematikan para pedagang apalagi sampai memindahkan Pasar Induk Cianjur (PIC). Sehingga pasca putusan 8 mei tersebut semua pihak dapat mencerna dengan jernih dan tidak lagi memperkeruh keadaan.
"Jangan sampai sepinya PIC kemudian dialamatkan kepada bazaar sebagai penyebabnya, rasanya tidak perlu bazaar dijadikan kambing hitam. Sebab pemindahan PIC itu tidak ada kaitannya dengan Bazaar karena itu merupakan kebijakan dari mantan Bupati terdahulu (TMS). Jadi semua pihak harus mampu memahami situasi ini dengan tidak lagi memperkeruh keadaan," bebernya.
Sementara itu, Ketua Media Center Bravo Komando (MCBK), Rikky menambahkan bahwa untuk pelaksanaan bazaar tahun ini sudah melalui proses pembahasan yang cukup panjang. Saking detailnya semua permasalahan diurai dari berbagai sudut pandang yang diwakili oleh masing-masing instansi tidak terkecuali perwakilan para pedagang PIC.
"Setidaknya saya mengikuti 5 kali audiensi (rapat pembahasan,red) sebelum akhirnya pada tanggal 8 mei 2019 diputuskan oleh Muspida Cianjur. Prosesnya terbilang alot karena setiap audiensi itu menyerap beragam informasi tidak terkecuali keluhan dari para pedagang PIC juga mengemuka. Kalau meminjam ucapan PLT Bupati itukan bahwa keputusan yang diambil itu tidak akan menyenangkan semua pihak tapi harus diterima oleh semua pihak," bebernya.
Kedepan, kata dia, semua pihak bisa menatap masa depan yang lebih baik dengan menghindari upaya yang mengarah kepada adu domba. Sehingga mampu membedakan dengan baik setiap dinamika yang berkembang di masyarakat dengan jernih.
"Jangan sampai diantara sesama komponen masyarakat mau diadu domba oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan sesaat. Dalam sejarahnya bazaar ramadhan ini bukan dimaksudkan untuk mematikan sektor usaha lain  tapi justru mempererat tali silaturahmi dan sarana untuk saling berkomunikasi," pungkasnya. (TMH/DNS)



Share:

Kamis, 09 Mei 2019

Sejumlah Fakta Tentang Bazaar Ramadhan di Cianjur Kota (Bagian Keempat-Habis)

Menapaktilasi Jalan Terjal Audiensi Hingga Mendapati Keputusan Menyejukkan 
CIANJUR-ILLUSI NEWS.Siang itu cuaca mendung, seolah-olah kondisi semacam itu seperti tidak mendukung. Hari itu hujan mengguyur deras tapi tidak menyurutkan semangat untuk mengakhiri pertemuan dengan menyejukkan. Tak kalah berharganya yakni di waktu bersamaan, PLT Bupati Cianjur Herman Suherman mengambil putusan tegas bahwa pelaksanaan Bazaar Ramadhan tahun ini ditempatkan di area halaman Wisma Karya Cianjur. Turut menyaksikan di mimbar paling depan Aula Wirapratama Polres Cianjur yaitu p Kapolres Cianjur AKBP Soliyah S.IK,MH dan Dandim Cianjur, Letkol Inf. Rendra Dwi Ardhani, Rabu (8/5/2019).
Hadir dalam kesempatan pengambilan keputusan tersebut juga dari Kasatpol PP dan Damkar, Muzani Saleh serta dari Jajaran Instansi Disperindag, Kaban Kesbangpol Dadan Ginanjar serta dari jajaran instansi Dinas KUKM dan Perindag, Dinas Perhubungan hingga Camat Cianjur, Kepala Pasar Induk Cianjur (PIC). Turut hadir juga dari perwakilan Bravo Komando Grup, GARIS dan Dewan Perwakilan Pedagang Pasar Induk Cianjur (DPP-PIC). 
Sejarah itu sudah tercetak dengan jelas tapi untuk sampai kesana ternyata harus menempuh jalan terjal berliku. Melalui berbagai tahapan yang dilalui dengan sejumlah audiensi, sebagaimana disarankan oleh PLT Bupati Cianjur.
"Sebetulnya kita sudah terbiasa melalukan audiensi sehingga begitu ada tawaran audiensi maka tidak perlu berpikir lama lagi langsung kita sampaikan permohonannya. Walaupun beberapa kali audiensi tapi akhirnya baru di Aula Wirapratama Polres Cianjur saya berkesempatan bicara mengurai gagasan di hadapan PLT Bupati serta pejabat tinggi lainnya," ujar pengurus Media Center Bravo Komando (MCBK), Ahmad Sajidin menjelaskan.
Pria berkepala plontos itu menambahkan jika audiensi merupakan proses dengar pendapat antara dua belah pihak dan membahas hal tertentu. Sehingga dalam kesempatan tersebut diuji intelektual masing-masing pihak guna mengurai gagasannya dalam menyelesaikan suatu permasalahan.
"Apa yang terjadi saat ini ternyata audiensi ini berarhir dengan baik karena sudah dinyatakan keputusan secara resmi oleh PLT Bupati Cianjur bahwa bazaar ramadhan diizinkan untuk dilaksanakan di Area Halaman Wisma Karya. Saya kira cukup melelahkan juga tapi kalau menyaksikan kenyataannya ternyata audiensi itu sendiri tidak sia-sia tapi sangat bermakna," ungkap pria yang biasa disapa Najib ini.
Ditempat yang sama, Penasehat Bravo Komando, Jamal menyebutkan jika pihaknya mengapresiasi apa yang diputuskan di Aula Wirapratama ini karena sudah mengakomodir dinamika yang berkembang di lapangan. Sikap ini menunjukkan bahwa keputusan penting pada rapat 12 April lalu menjadi acuan dalam pengambilan keputusan kali ini.
"Tadinya kita mau melangkah kepada aksi unjuk rasa jika pertemuan hari ini tidak aspiratif. Namun begitu mendengar secara langsung dan terbuka atas keputusan dari orang nomor satu di Cianjur saat ini tentu saja kita mengapresiasi," bebernya.
Dia menambahkan bahwa perjalanan panjang yang dilalui untuk memperoleh jawaban pasti atas pelaksanaan bazaar ramadhan ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Sehingga proses dialog merupakan jalan untuk menyelesaikan perbedaan pendapat agar mendapatkan titik terang atas semua permasalan yang terjadi.
"Jadi melalui proses dialog itu akan jadi terang benderang semuanya sehingga kita sebagai penyelenggara bisa didengar oleh pihak lain dengan tidak menuduh yang macam-macam. Bazaar ini sudah berlangsung puluhan tahun, jadi ini merupakan kearifan lokal yang semestinya dipahami guna meramaikan ramadhan dan memajukan usaha kecil dan menengah. Kita terbuka siapapun ingin bergabung, silahkan saja mendaftarkan diri sebab inikan bukan komersialisasi semata tapi ajang silaturahmi diantara sesama komponen anak bangsa," pungkasnya. (RKR)








Share:

Senin, 06 Mei 2019

Sejumlah Fakta Tentang Bazaar Ramadhan di Cianjur Kota (Bagian Ketiga)

Betapa Memalukan Mempunyai Pemimpin yang Tak Menunjukkan Batang Hidungnya 
CIANJUR-ILLUSI NEWS. Awal bulan ramadhan (6/5/2019) semestinya dihiasi dengan pemandangan yang menyejukkan hati sehingga indah dinikmati. Namun apa mau dikata ternyata faktanya malah sebaliknya dimana  sikap yang tidak berwibawa ditunjukkan oleh instansi Satuan Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP) Cianjur. Sebagian tenda yang sudah terpasang untuk kegiatan Bazaar Ramadhan ternyata dibongkar paksa instansi tersebut tanpa pemberitahuan dahulu terhadap panitia penyelenggara.
Saat dikonfirmasi, Kasatpol PP Cianjur Muzani Saleh membenarkan jika pihaknya dengan terpaksa melakukan pembongkaran terhadap tenda yang sudah terpasang panitia bazaar ramadhan. Hal tersebut karena adanya instruksi dari pimpinan (PLT Bupati Cianjur,red) namun setelah beberapa saat kemudian kini sudah diizinkan kembali untuk beberapa titik lokasi.
"Tadi subuh saya ketemu pimpinan sehingga kemudian pagi harinya kita lakukan pembongkaran tapi kini sudah diizinkan kembali setelah saya berkomunikasi. Detail untuk denahnya juga saya laporkan kepada Kepala Badan Kesbangpol Cianjur makanya saya kesini," katanya saat ditemui di Kantor Kesbangpol Cianjur.
Masih di tempat yang sama, Kepala Badan Kesbangpol Cianjur, Dadan Ginanjar mengaku jika dirinya ditugaskan oleh pimpinan (PLT Bupati Cianjur) setelah sebelumnya bertemu di Masjid Agung selepas shalat subuh. Diapun tak membolehkan pihak panitia untuk menemui pimpinannya sembari tidak menyebutkan keberadaan PLT Bupati tersebut. Menurut mantan Camat Cugenang itu jika pimpinannya juga menyarankan agar panitia bazaar berkomunikasi dengan pihak tertentu. 
"Saya sudah datang dan berbicara dengan mereka tapi tetap tidak mau berdialog karena dianggap tidak perlu. Jadi saya sarankan silahkan kalau dari panitia untuk menemui mereka karena itu diperlukan sebagai pertimbangan bagi pemerintah," ucapnya tanpa merinci secara detail alasan penolakan dialog dari pihak tertentu tadi.
Sontak jawaban kedua Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut menimbulkan sejumlah pertanyaan lantaran terkesan mengabaikan komitmen yang sudah diputuskan dalam rapat terbuka yang dilakukan secara formal kelembagaan. Disisi lain juga kerap mengatasnamakan pimpinannya yakni PLT Bupati namun begitu dikonfirmasi selalu menghindar dan tak sudi ditemui.
"Kita heran aja dengan sikap PLT Bupati sekarang ini, disatu sisi beliau yang berinisiatif agar kita melakukan audiensi tapi tak pernah mau hadir bahkan sulit ditemui. Bagaimana tidak aneh, sudah lima kali pertemuan tapi tak mau menunjukkan batang hidungnya. Tapi keputusan yang diambil malah dianulirnya sendiri, jelas inikan ada yang tidak beres dengan tata kelola pemerintahan semacam ini," ujar salahseorang panitia penyelenggara Bazaar Ramadhan, Denda Sumirat.
Dirinya menambahkan, pihaknya sudah memenuhi undangan pertemuan yang difasilitasi Kesbangpol Cianjur (2/5/2019) guna membahas bazaar ramadhan. Namun sejumlah pihak tidak menghadiri padahal sudah dinyatakan urgensinya terhadap pembahasan agenda pertemuan tersebut.
"Jelas tidak bisa seenaknya seperti itu sikap pemerintah takluk oleh kepentingan sekelompok orang yang memaksakan kehendaknya. Harusnya hadir untuk beradu argumen bukan malah menunjukkan sikap anti terhadap dialog dengan tidak menghadiri undangan resmi," ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Bravo Komando, Bambang Adi Sudarso yang mengaku heran dengan sikap dan kepemimpinan PLT Bupati Cianjur saat ini. Menurutnya sangatlah aneh bilamana pemimpin menghindari konflik padahal hal tersebut terjadi akibat ketidakberesan manajemen pemerintahan itu sendiri.
"Kalau kita ini siap berdialog dengan pemerintah tapi kalau harus menemui lembaga tertentu yang dipimpin bukan orang pemerintah itu jelas tidak mungkin kami lakukan. Kita ini berpedoman kepada keputusan pemerintah bukannya mematuhi pemaksaan kehendak yang dilakukan sekelompok orang," teganya. 
Ia menambahkan bahwa putusan resmi tentang pelaksanaan bazaar itu sudah dibuat bahkan disaksikan banyak orang dalam sebuah pertemuan. Sangatlah tidak beralasan jika putusan tadi dianulir oleh pihak tertentu tanpa melalui prosedur yang sejatinya resmi.
"Hal ini menyangkut kewibawaan Pemerintah Cianjur, begitu posisi bazaar sudah diputuskan resmi (12/4/2019) maka kami berbenah untuk mempersiakpkan diri. Kami bukan sedang memaksakan kehendak tapi menjaga martabat pemerintah bahwa sesuatu yang diputuskan secara resmi harus dipatuhi oleh semua pihak," pungkasnya. (RKR)






Share:

Kamis, 02 Mei 2019

Sejumlah Fakta Tentang Bazaar Ramadhan di Cianjur Kota (Bagian Kedua)

Menguji Nurani Pemerintah Terhadap Suasana Kebathinan Masyarakat 
CIANJUR-ILLUSI NEWS. Benak publik akan merekam dengan bernas jika sebuah keputusan melalui forum terbuka maka hasilnya jauh memuaskan. Hal itu berarti bahwa putusan yang ada tidaklah mudah begitu saja untuk dibatalkan karena persetujuan tentang pelaksanaan Bazaar Ramadhan kali ini dilewati melalui berbagai tahapan. Mulai dari audiensi dengan PLT Bupati Cianjur, Rapat Pembahasan Pertama dan Rapat Pembahasan Kedua yang kesemuanya dilaksanaan di ruangan Sekretaris Daerah Cianjur.
Momentum 12 April 2019 merupakan peristiwa bersejarah dalam proses pengambilan keputusan Pemkab Cianjur karena untuk menentukan lokasi bazaar tahun ini melibatkan 17 instansi pemerintahan termasuk TNI dan POLRI. Suasana demokratis dalam rapat kedua tersebut cukup terpancar jelas dalam sorot mata peserta yang hadir bahkan sesekali terdengar tawa riang karena ada guyonan sebagai selingan mengisi keseriusan.
Tentu suasana kebathinan masyarakat menyaksikan dengan cukup jelas bahwa Pemkab Cianjur sangat proaktif merespon tuntutan perubahan sehingga iklim demokratis diwujudkan melalui forum tersebut. Hal ini tentu merupakan ujian bagi pemerintah sebab jika tidak konsisten bukan tidak mungkin masyarakat akan memberikan label buruk terhadap pemimpin yang sekarang.
"Kalau kita ini bukan sedang ingin berdebat dengan pemerintah melainkan menuntut konsistensi dan tanggungjawabmnya sebab keputusan tentang pelaksanaan bazaar  dan penentuan lokasinya sudah ditetapkan secara terbuka melalui forum resmi (12 April 2019,red). Sehingga tidak bisa dengan seenaknya merubah keputusan tersebut karena kita juga terlibat dan menyaksikan dalam proses pengambilan keputusannya," ujar Ketua Umum Bravo Komando, Bambang Adi Sudarso kepada ILLUSI NEWS.
Pria yang akrab disapa Bengbeng ini mengaku jika pihaknya sudah melalui tahapan yang prosedural untuk melaksanakan kegiatan bazaar ini. Bahkan pembuktian juga sudah didapatkan dengan adanya dukungan masyarakat dan sejumlah organisasi kemasyarakatan yang ada di Cianjur. Sehingga tidak ada unsur pemaksaan kehendak dengan cara-cara yang tidak demokratis.
"Tidaklah benar kalau kita menggunakan cara-cara premanisme karena tahapannya dilalui secara prosedural bahkan berkomunikasi secara baik-baik dengan jajaran instansi terkait maupun segenap komponen masyarakat," bebernya.
Bukan tanpa alasan jika Ketua DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Cianjur, Asep Ridwan memberikan dukungannya terhadap pelaksanaan bazaar ramadhan. Menurutnya kegiatan  tersebut mempunyai sisi positif untuk memajukan sektor usaha kecil serta meningkatkan daya beli masyakarat terutama golongan kelas menengah ke bawah.
"Bisa dibilang dalam kegiatan bazaar ini yang ditawarkan kepada khalayak itukan kebutuhan sandang masyarakat yang harganya terjangkau terutama untuk kelas menengah ke bawah. Saya malah tidak melihat sisi negatifnya karena itu justru aneh kalau ada pihak yang berkeberatan atas acara yang digelar setahun sekali tersebut," ungkapnya. 
Di tempat berbeda, Lurah Solokpandan Cianjur, Deden membenarkan jika dirinya merekomendasikan kegiatan bazaar tersebut setelah terlebih dahulu berkonsultasi dengan Camat Cianjur. Lalu, setelah mendapatkan kejelasan adanya persetujuan PLT Bupati Cianjur yang memiliki kewenangan atas pelaksanaan kegiatan tersebut, dirinya juga mengamini.
"Untuk kedatangan pertama dari panitia bazaar ini sayapun menolak memberikan rekomendasi karena belum ada kejelasan dari pimpinan. Namun untuk berikutnya saya memperoleh kejelasan informasi bahwa acara tersebut sudah mendapat restu dari PLT Bupati sehingga sayapun langsung merekomendasikannya karena panitia juga sudah menyertakan persetujuan masyarakat setempat," ucapnya beberapa waktu lalu. (RKR)
Share:

Rabu, 01 Mei 2019

Sejumlah Fakta Tentang Bazaar Ramadhan di Cianjur Kota (Bagian Pertama)



Sekjen BRAVO KOMANDO : Kami Berkreasi Bukan Untuk Kepentingan Pribadi 
CIANJUR-ILLUSINEWS. Bazaar Ramadhan yang saban tahun dilaksanakan di kawasan Cianjur Kota sudah ada sejak puluhan tahun silam. Sehingga keberadaannya tidak bisa dilepaskan dari memori kolektif masyarakat di  kota tatar santri ini.  Tak urung jika ada pihak-pihak yang berkeberatan terhadap momen kegiatan itu bisa diibaratkan tidak memahami akar sejarahnya. 
Dalam perjalanannya kegiatan Bazaar itu sendiri sudah bisa diterima khalayak luas tidak hanya oleh masyarakat Cianjur semata melainkan untuk warga luar daerah yang sedang berkunjung atau sedang melintas wilayah Cianjur. Rata-rata pengunjung merasakan manfaatnya karena harga barang dagangan sangat terjangkau untuk masyarakat kelas menengah ke bawah.
"Saya malah menyayangkan kalau Bazaar Ramadhan itu ditiadakan karena terasa sekali manfaatnya. Selain barang yang jual beragam terutama jenis pakaian juga harganya terjangkau untuk buruh kayak saya ini," ujar Fauzi (36) warga Kecamatan Warungkondang ditemui saat belanja di pusat kota.
Tak ayal opini yang berkembang selama ini dihembuskan oleh pihak-pihak yang tak bertanggungjawab untuk membangun persepsi jika Bazaar tidak bermanfaat. Kondisi tersebut seakan menegaskan bahwa mereka yang tak setuju tidak memahami apa yang berkembang dalam dinamika masyarakat saat ini yang menginginkan kebutuhan ramadhan bisa terjangkau harganya.
Dalam bazaar itu sendiri tidak menjual sembako melainkan beragam jenis pakaian baik kemeja, celana, sarung, peci, sandal dan banyak lainnya maupun pakaian anak. Kebutuhan akan hal itu sangat dinantikan masyarakat kelas menengah ke bawah yang menginginkan barang baru tapi harga murah.
"Barang yang kita jual sangat terjangkau oleh masyarakat bawah dan tak kalah pentingnya adalah ajang kegiatan ini bukan semata-mata komersialisasi. Tapi lebih kepada semangat membangun silaturahmi dengan segenap komponen masyarakat agar terjalin suasana yang menyejukkan," ujar Sekjen Bravo Komando, Edi Mulyono kepada ILLUSI NEWS.
Dengan tegas Edi membantah tuduhan pihak tertentu bahwa Bazaar Ramadhan ini dimaksudkan sebagai ajang politis. Menurutnya momen Bazaar ini dilakukan oleh beragam Organisasi Kemasyarakatan yang ada di Cianjur sekaligus sebagai wahana pemersatu dan memberikan peluang kepada pengusaha kecil untuk memajukan usaha.
"Jangan sampai dipolitisasi jika kegiatan Bazaar ini untuk mematikan para pedagang lain, sama sekali tidak ada pemikiran ke arah sana. Kita malah memberikan peluang usaha kepada pengusaha kecil untuk memajukan bisnisnya disini. Tidak kalah pentingnya kita ingin agar kegiatan bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dengan komponen masyarakat yang ada di Cianjur ini," bebernya.
Terpisah Camat Cianjur, Yudi Suhartono menyebutkan jika pihaknya merekomendasikan kegiatan bazaar ramadhan tersebut karena sudah disepakati bersama dalam rapat resmi seluruh instansi terkait di ruangan Sekda Cianjur pada 12 April 2019. Lokasi yang disetujui berada di kawasan Wisma Karya bahkan hal tersebut juga sudah melalui pembahasan secara terbuka dengan seluruh peserta rapat. 
"Jadi begitu ada tanda tangan dukungan masyarakat dan sejumlah ormas serta direkomendasikan oleh Lurah Solokpandan maka selanjutnya saya meneruskan rekomendasi kepada Kepala Badan Kesbangpol Cianjur. Tadinya saya juga memberikan arahan agar beraudiensi dengan PLT Bupati Cianjur, rupanya para penyelenggara ini juga sudah melakukannya sehingga sayapun membubuhkan tanda tangan untuk merekomendasikan acara tersebut. Kalau sudah ada sinyal dari pimpinan (PLT Bupati, red) tentu sayapun tidak bisa menolaknya," urainya ditemui beberapa waktu lalu. (RKR)











Share:

Sabtu, 16 Maret 2019

Selamat Menempuh Hidup Baru, Sahabatku !


Telah Menikah Edi Mulyono (Putra dari pasangan Rukadi alm, dan Marmi) dengan Nadya Illusi Aulianissa S.Ikom (Putri dari pasangan S. Zull Baday Samodra dan Rina Mardiana) di Taman Piknik Hotel,Ciloto, Cipanas-Cianjur pada hari Sabtu (16 Maret 2019). Selamat menempuh hidup baru sahabatku (Pemimpin Umum ILLUSI NEWS), 'Barakallahu lakum wa baraka alaikum' (Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kalian keberkahan dan melimpahkan atas kalian keberkahan).   
Share:

Selasa, 12 Maret 2019

BPN Cianjur Menolak Persyaratan Dokumen Legalisir Dengan Berbagai Alasan

CIANJUR ILLUSINEWS-Pelayanan di Kantor Agraria dan Tata Ruang (ATR)/ Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Cianjur dikeluhkan masyarakat lantaran tergolong merepotkan. Untuk menguruskan permohonan pengukuran ulang tanah harus menyertakan sertifikat asli kendati memakai dokumen yang legalisir tetap tidak diterima sebagai bahan persyaratan.

Dalam kegiatan audiensi yang dihadiri oleh sejumlah insan jurnalis yang tergabung dalam Media Center Bravo Komando (MCBK) dengan Jubir BPN Cianjur, Yeni Marliyani beberapa waktu lalu terungkap jika instansi yang mengurusi Agraria dan Tata Ruang (ATR) itu memberlakukan persyaratan mutlak bahwa Sertifikat Hak Milik (SHM) harus disertakan saat akan melakukan pengukuran ulang. Tragisnya untuk SHM yang sudah dilegalisir sekalipun tidak bisa diterima dengan berbagai alasan yang pada akhirnya konsumen sulit memahaminya.
"Justru ini yang menjadi problem utama dalam memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat, Jika untuk persyaratan melakukan pengukuran ulang itu pihak BPN tidak mau menerima berkas SHM yang dilegalisir. Seolah-olah dengan aturan SHM yang asli harus dilampirkan merupakan harga mati padahal sudah dijelaskan bahwa dokumen tersebut diagunkan di perbankan," ujar Ketua MCBK, Rikky Yusup kepada awak media.
Pihaknya menyesalkan sikap kaku BPN dalam menyikapi kondisi yang ada pasalnya dokumen yang sudah dilegalisir tersebut sudah diyakinkan pihak perbankan sebagai barang agunan sehingga tidak bisa dihadirkan. Dengan kata lain, legalisasi merupakan tindakan pengesahan terhadap dokumen resmi yang secara hukum hampir sama kedudukannya dengan dokumen yang asli.
"Sebetulnya mudah bagi BPN kalau dokumen yang dilegalisir itu palsu tinggal laporkan instansi tersebut dengan orangnya. Tapi dengan tidak mengakui legalisasi itukan terlalu berlebihan padahal hanya untuk keperluan melakukan pengukuran ulang karena jika terjadi perubahan pada akhirnya dokumen asli harus dihadirkan," bebernya.
Dia  berharap agar kedepan, BPN berusaha untuk tidak kaku dalam mengimplementasikan aturan supaya tidak menyulitkan keperluan masyarakat. Hal tersebut dimaksudkan agar kondisi yang ada dipahami secara arif tanpa harus melanggar aturan yang berlaku/
"Soal ini sepintas bisa diselesaikan dengan baik malahan ini  terkesan bertele-tele dari pihak BPN sendiri. Masyarakat itukan paham akan aturan tapi jika kondisi yang ada tidak memungkinkan harusnya dipahami secara arif. Pihak Bank tidak bisa memberikan dokumen yang asli tapi dengan legalisir, BPN malah tidak peka dengan kondisi yang ada," imbuhnya.
Di tempat yang sama Jubir BPN Cianjur, Yeni Marliyani mengaku jika dirinya sudah ditugaskan pimpinan untuk menjawab keluhan masyarakat. Sehingga aturan yang ada berkaitan dengan persyaratan untuk pengukuran ulang harus menyertakan dokumen yang asli.
"Aturan tetap tidak bisa berubah apapun kondisinya harus ada dokumen SHM yang asli dan tidak bisa untuk yang dilegalisir. Sebab sudah seperti itu ketentuannya dan saya kira itupun sejalan dengan kebijakan pimpinan karena saya sudah mewakili instansi ini," kilahnya.
Disinggung mengenai legalisasi yang kedudukannya sama dengan dokumen yang asli, Yeni memilih untuk tidak mengomentari hal tersebut. Sebab instansinya mengacu kepada ketentuan yang ada sekalipun dokumen yang dilegalisir tersebut ada di perbankan.
"Saya kira harus tetap dihadirkan dokumen aslinya bukan legalisir meski barang sebentar walaupun itu diokumen diagunkan di perbankan. Jadi untuk yang legalisir tetap kita tidak bisa menerima dan tidak akan memproses untuk pengukuran tanahnya," dalihnya. (DND)
Share:

Peduli Komitmen Kedaerahan, Ribuan Warga Padati Acara Kebudayaan Lokal


CIANJUR ILLUSINEWS-Komitmen untuk tetap mempertahankan  kearifan lokal di wujudkan  melalui acara Silaturahmi Akbar Masyarakat Kasundaan Sareng Keagamaan di Gedung Herlina Mutiara Karangtengah Kabupaten Cianjur,  (10/3). Ribuan peserta berasal dari masyarakat di tiga wilayah Priangan Barat yakni Bogor, Cianjur dan Sukabumi. mengadakan kegiatan silaturahmi Akbar pada tanggal 10 Maret 2019, Bertempat di Gedung Herlina Mutiara Jl RA Kasumuningrat Karang Tengah Cianjur. 


Kegiatan yang diinisiasi oleh Laskar Muda Padjadjaran dan didukung  oleh Pokja19 yang melibatkan para pemerhati budaya tradisional Sunda dan Keagamaan.  Di selingi acara  orasi budaya dan pementasan pencaksilat dan kesenian tradisional lainnya. 

Menurut Ketua Panitia Pelaksana,  Tedi Subarkah mengatakan bahwa kegiatan ini diinisiasi untuk merespon keinginan masyarakat Budaya dan Agama yang tersebar Priangan Barat. Sehingga pesta demokrasi yang berlangsung saat ini tidak membuat keretakan diantara komponen masyarakat. 

“ Kita dewasa ini melihat bahwa berjaraknya agama dan kearifan budaya lokal, maka melalui kegiatan ini adalah bentuk nyata bersatunya budaya tradisional dan kearifan lokal dengan agama”, imbuhnya. 

Pria yang juga Ketua Laskar Muda Padjadjaran ini menambahkan bahwa acara ini j bagian dari konsolidasi organisasi dengan pelibatan berbagai unsur masyarakat budaya dan keagamaan untuk bersatu menjaga kebhinekaa  dan mendorong pesta demokrasi Pemilu 2019 yang aman damai. 
"Kegiatan ini juga sebagai komitmen untuk  mengawal pemilu berlangsung damai dan Tertib  sehingga melahirkan pemimpin yang memiliki visi kebudayaan yang komprehensif, ” bebernya. 

Di lokasi yang sama,  Pembina Perguruan Silat Tradsional Kanca Sakti, Ustadz Wahyu  menyatakan bahwa kegiatan ini ada baiknya  dilakukan secara rutin. Hal itu dimaksudkan sebagai wujud persatuan dalam berbagai bidang sekaligusdemi menjaga persaudaraan sesama masyarakat Sunda. 
"Kegiatan ini bisa  menjadi momentum bersama menjaga budaya serta dukungan nyata terhadap pemerintah yang telah melakukan  kerja nyata, " tukasnya. (RND)


Share:

Senin, 11 Maret 2019

PENGGIAT AKSARA SUNDA KEMBALI BERGERAK!!!

Semangat dan Tekad Bangkitkan kembali Aksara Sunda



TIVIBI-Bandung; Tepatnya di hari Minggu, 10 Maret 2019, berlokasi di Alun-alun Bandung, para penggiat AKSARA SUNDA kembali bertatap muka untuk menjalin silaturahmi juga melakukan diskusi terkait dengan Aksara Sunda.

Para Penggiat Aksara Sunda ini datang dari beberapa komunitas yang ada di beberapa kota di Jawa Barat, seperti: Sukabumi, Bogor, Cianjur, Bekasi, Purwakarta, Bandung, Majalengka, Karawang, Sumedang, Tasikmalaya, Garut, Tatar Galuh. Sedangkan komunitas-komunitas Aksara Sunda yang hadir saat itu yang tergabung di LINGGA AKSARA SUNDA (Aliansi Penggiat Aksara Sunda), diantaranya: dari JAS, KUAS, TDAS, MASkar, WARA, Nonoman Galuh, ADN, SASC, Sejarah Sunda, Galura Tatar Pasundan dan lainnya.

Salahsatu tujuan utama pertemuan ini adalah menyamakan pemahaman terkait tata cara dalam penulisan Aksara Sunda, diantarany: menyamakan bentuk hurup JA tidak di gunakannya lagi hurup KHA dan SYA, pengenalan kembali jumlah aksara Sunda baku, tata cara penulisan singkatan, penulisan kata-kata asing yang di sesuaikan pelapalannya juga metode pemasangan rarangkén seperti panglayar, pangwisad, panyecek bisa dipakai ditengah kata bukan hanya diakhir kata, menyamakan persepsi aksara KHA, SYA dan JA.

"Yang masih jadi perdebatan dikalangan para penggiat aksara Sunda jika masih ada yang menggunakan dan nantinya semua pembahasan ini akan dibawa ke kongres Basa Sunda,” ucap Ki Basajan di sela acara.

Selain Itu, disamping diskusi yang dilakukan, mudah-mudahan kegiatan ini juga bisa menjadi acara rutin yang akan selalu digelar di setiap kota.
“Harapannya setelah kegiatan ini para penggiat aksara Sunda yang hadir maupun yang berhalangan hadir bisa lebih giat lagi mempelajari akasra Sunda dan juga giat mensosialisasikannya kepada khalayak umum, baik secara langsung ataupun lewat jejaring sosial media” tutur Panitia Acara, téh "Ussi" Susilawati. (las)

Gallery photo kegiatan:








#tag #hashtag
Share:

Dulunya Ambulan untuk Angkut Sampah Medis, RS Pagelaran Belum Bebenah

Cianjur Illusinews.com-RSUD Pagelaran diduga kuat memanfaatkan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Limbah B3 secara illegal sehingga berpotensi terjadinya pencemaran lingkungan. Bahkan pernah melakukan tindakan membahayakan dengan menyangkut sampah medis tersebut menyulap ambulans pasien. 

Dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1204 Tahun 2004 dinyatakan bahwa setiap peralatan yang digunakan dalam pengelolaan limbah medis mulai dari pengumpulan, pengangkutan dan pemusnahan harus melalui proses sertifikasi dari pihak berwenang.  Kondisi di lapangan banyak ditemukan sejumlah kejanggalan diantaranya tempat pembuangan sementara (tps) limbah medis B3 yang tidak memenuhi standar.  Kapasitas setiap bulannya menampung 500 kg namun jika ditelisik hanya muat tak lebih dari 200 kg. Kondisi tersebut mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan karena sampah berserakan. 

"Jadi untuk yang sekarang ini pengelolaan sampah medis sudah memenuhi standar dan sudah dibuatkan MOU nya.  Jadi tidak benar kalau itu menyalahi aturan karena semua dilalui dengan prosedur yang benar, " ujar Komite Media RSUD Pagelaran, Dedi Rudiana saat diwawancarai di ruang kerjanya. 

Disinggung tentang metode pengangkutan sampah yang tidak memenuhi standar kelaikan. Pihak RSUD Pagelaran berkilah jika kondisi tersebut terjadi sudah lewat dan saat ini tidak lagi terjadi. 

"Dulu itukan kita gunakan jasa pihak ketiga PT.  Jasa Medivest untuk pengangkutan dan pemusnahan sampah medisnya bahkan pernah gunakan ambulans yang tak terpakai untuk angkut sampah karena pihak ketiga tidak menyediakan angkutan khusus. Terkait hal ini sudah diproses hukum dan akhirnya kontraknya diputus, sekarang digantikan  oleh PT. Jalan Hijau untuk jasa pengangkutan sampah dan PT. WASTEC International untuk pemusnahan limbah nya, " dalihnya. 

Namun sayang nya terkait dengan keberadaan PT. WASTEC tersebut pihak RSUD tidak memberikan jawaban pasti terkait metode pemusnahan sampah. Begitupun dengan cara pengumpulan dan pengangkutan sampah medisnya. 

" Kebetulan yang berkompeten menjawab tentang pengelolaan limbah medis ini adalah Kepala Instalasi K3RS, Rita Pelitasari. Namun tadi ada disini,  sekarang dia tidak tahu dimana tidak diketahui keberadaannya, " ujar staf RSUD yang enggan disebutkan namanya. (Rikky Yusup)
Share:

BPJS Kab. Cianjur Klaim Kemiskinan Menurun

Cianjur Illusinews.com-Data kemiskian penduduk di wilayah cianjur diklaim mengalami penurunan pada tahun 2018 lalu. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cianjur, terdata  sebayak  221.58 jiwa tahun lalu.Menurun jika dibandingkan dengan tahun 2017 yang mencapai 257.41 jiwa. Artinya, ada penurunan prosentase sebesar 9,81 persen.

Ungkap Kepala Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik (Nerwilis) Kabupaten Cianjur, Surya Cahya Permana“Itu hasil survei jumlah penduduk miskin di Cianjur pada tahun 2017-2018,”  kepada Jurnal5 Cianjur, senin (4/2/2019).

Pasalnya, pihaknya saat ini tengah melakukan survei di lapangan.Sementara, untuk data terbaru pada tahun 2019 ini, masih belum bisa didapatkan.
“Kalau untuk tahun 2019 baru akan dilakukan survei. Saat ini petugas kami mulai sibuk melakukan survei ke lapangan,” jelasnya.

Surya menjelaskan, ada 14 kriteria masyarakat miskin menurut standar BPS. Kriteria ini diperlukan untuk pendataan Rumah Tangga Miskin (RTM). Data tersebut akan digunakan untuk membuat strategi dan program penanggulangan kemiskinan melalui program perlindungan sosial.

“Seperti luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari delapan meter persegi per orang, lalu jenis lantai tempat tinggal terbuat dari tanah, bambu atau kayu murahan,” jelasnya.

Selanjutnya ada jenis dinding tempat tinggal dari bambu, rumbia, kayu berkualitas rendah, tembok tanpa diplester, tidak memiliki fasilitas buang air besar atau bersama-sama demhan rumah tangga lain.
“Sumber air minum berasal dari sumur atau mata air tidak terlindung, sungai, air hujan, dan hanya membeli satu setel pakaian baru dalam setahun,”

Selain itu, juga ada kriteria bahwa sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik, bahan bakar untuk memasak sehari-hari kayu bakar, arang atau minyak tanah. Sedangkan untuk asupan, masyarakat miskin juga digolongkan mereka yang hanya mengkonsumsi daging, susu, ayam, sekali dalam seminggu.

Juga mereka yang hanya makan satu atau dua kali dalam sehari, tidak sanggup membayar biaya pengobatan di puskesmas atau poliklinik serta sumber penghasilan kepala rumah tangga adalah sebagai petani penggarap dengan luas lahan 500 meter persegi, buruh tani, nelayan, buruh bangunan, buruh perkebunan.

“Atau pekerjaan lainnya dengan pendapatan dibawah Rp600 ribu per bulan. Sedangkan pendidikan tertinggi kepala rumah tangga tidak sekolah atau tidak tamat SD, tidak memiliki tabungan atau barang yang mudah dijual dengan minimal Rp500 ribu seperti sepeda motor kredit/non kredit, emas, ternak, kapal, motor, atau barang modal lainnya,” jelasnya.

Di lain tempat, H Saputro Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, H Saputro meragukan data yang dimiliki BPS terkait jumlah penduduk miskin di Kabupaten Cianjur itu. Alasannya, survei BPS dilakukan tidak secara periodik per tahun, melainkan per 10 tahun sekali.

Sapturo menegaskan“BPS itu sensusnya 10 tahun sekali. Kalau data miskin fluktuatif,” soal data jumlah penduduk miskin sendiri sejatinya bukan hanya dimiliki BPS saja. Melainkan juga dimiliki oleh instansi lainnya. Seperti Dinas Sosial (Dinsos), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

"Karena itu sejatinya untuk mengetahui persis data kemiskinan di Cianjur, semestinya ada satu sistem yang menjadi acuan besama yang dilebur menjadi satu dalam Basis Data Terpadu (BDT)., tegasnya
Untuk data riil, itu Dinsos sedang memutahirkan data miskin lewat Basis Data Terpadu (BDT),” jelas Sapturo.“Ini yang seharusnya didorong Sapturo menambahkan, satu sistem tersebut dirasa sangat diperlukan guna menghindari data penduduk ganda. Karena itu, ia mendorong agar ada pendataan secara detil untuk mendata jumlah masyarakat miskin berdasarkan nama, alamat dan nomor induk kependudukan (NIK). Dengan begitu, akan mudah dilakukan pendeteksian dan pelacakan di kemudian hari.
“, DPRD Komisi IV Saat ini sedang mengajukan Peraturan Daerah (Perda) tentang Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) untuk perlindungan sosial, dan Penanggulangan Kemiskinan (PK). Tujuannya, guna mendukung peningkatan kualitas layanan,” .

 program SLRT itu benar-benar bisa menanggulangi kemiskinan di Kabupaten Cianjur.tegasnya
“ pemerintah betul-betul bisa menanggulangi warga miskin secara tepat sasaran
agar indikasi penduduk miskin itu cenderungan menurun saat ini. Karena pemerintah pusat melalui berbagai kementerian terus menggelontor berbagai program bantuan tegasnya.(AF)
Share:

Kehadiran OJOL, permudah transportasi warga Cianjur

Cianjur Illusinews.com– taranspotasi hari ini semakin maju dengan adanya satu aplikasi dimana masyarakat bisa memakai aplikasi tersebut dengan mudah Keberadaanojek online mampu merubah kebiasaan warga Cianjur. Untuk kepentingan transpotasi lebih mudah dan murah. 


Hendra kusman , salah satu warga karang tengah Cianjur misalnya, dia merupakan salah satu pengguna fitur og pood yang ada di aplikasi ojeg online. Dia merasa terbantu dengan adanya jasa tersebut.


“Gak repot harus keluar rumah, tinggal bayar di tempat, gak usah ngantri,” ujarnya.


Makanan yang dipesan biasanya seblak, nasi ayam, atau minuman. Meskipun terkadang pesanannya ditolak kalau hujan, tetapi pelayanan Go Food sering digunakan.


Go Food juga banyak dimanfaatkan oleh warga yang tinggal di daerah perumahan. Hal tersebut diungkapkan oleh asep, seorang pengemudi ojek  asal nagrak Kecamatan limbangansari Kabupaten Cianjur.


Dalam sehari rata-rata dirinya menerima empat pesanan Go Food. Rata-rata memang dari daerah perumahan yang membutuhkan jasa antar makanan.


“Biasanya dari kantor , perumahan sekolah ,” ucapnya.

Cara pesannya cukup mudah. Konsumen cukup menyimpan titik pemesanan ke restoran atau penjual makanan yang dipilih melalui aplikasi. Pengemudi ojek online terdekat dari tempat makanan yang dituju akan mendapatkan pesanan masuk dalam aplikasinya.

Jika orderan diterima oleh pengemudi, makanan yang dipesan konsumen akan dibeli dulu menggunakan uang pribadi. Dengan segera, pengemudi pun mengantarkan pesanan ke rumah pemesan.


“Go Food biasanya dari perumahan. Beli ayam geprek, bakso, mie ayam, nasi goreng, dan lain-lain tergantung pesanan,” paparnya.


Ongkos kirim pesanan beragam. Di 5 Kilometer pertama Rp 8 ribu dan 3 Kilometer berikutnya menambah Rp 2 ribu. Pembeli nantinya harus membayar biaya makanan yang dipesan plus ongkos kirimnya.


“Terima ongkosnya paling gede Rp 50 ribu. Pembeli biasanya usia 17 tahun ke atas,” tambahnya. (AF)
Share:

Anak Petani Karet Maju Sebagai Caleg DPRD Cianjur

Cianjur lllusinews.com- Serba kekurangan, tidak membuat pria berna Devitinus Zalukhu. tak putus harapan dalam menggapai cita-citanya. Anak kedua dari enam bersaudara kelahiran Pulau Nias pada tanggal 26 September 1992 dari seorang Ayah bernama Adieli zalukhu alias A. Sufi dan Ibu bernama Sadirila Dawolo Alias I. Sufi (Alm) ini, memiliki kisah menarik dalam menjalani proses kehidupan.

Sewaktu duduk di bangku SD, naik kelas 4 (empat ) devi dan adik- adiknya sudah mulai diajarkan cara menyadap karet, seusai pulang sekolah, untuk membantu kedua orang tua dalam mencukupkan kebutuhan ekonomi. lulus SD, dan melanjudkan jenjang SMP, jarak rumah dan Sekolah SMP Cukup lumayan dekat, berjarak 500
Meter dari rumah.

Sebelum berangkat kesekolah, pagi-pagi devi dan bersama kedua orang tua, pergi menyadap karet dikebun dan diperkirakan setengah jam delapan, pulang lagi kerumah untuk siap-siap berangkat ke sekolah. Kesekolah pun kadang mandi kadang tidak tergantung situasi dan kondisi, pulang sekolah, selesai istirahat. Dilajutkan lagi dikebon karet untuk membantu kedua orang tua menyadap karet,  itulah yang di lakukan setiap hari sampai tamat SMP.
Tahun 2009 di nyatakan LULUS di SMP N 3 Alasa, dan melanjudkan Pedidikan di SMA N 1 Alasa, perjalanan hidup pun masih belum berubah, dalam menempuh pendidikan di SMA N 1 Alasa, devi Tinggal di rumah Saudara yang berjarak sekitar 4 KM dari Sekolah. Pulang pergipun devi menempuh jalan kaki walaupun keadaan hujan dan panas bersama teman-temannya demi meraih sebuah arti pendidikan.

Tidak hanya itu saja, walaupun sudah menempuh perjalanan 8 Km perhari pulang pergi, seakan tidak terasa capek. Dikarnakan mengingat uang sekolah, dalam mencukupkan biaya sekolah, setiap pulang sekolah selesai makan dan istrirahat. Devi melanjutkan kegiatan menyadap karet milik keluarga, untuk bisa dimanfaatkan biaya uang sekolah setiap bulannya.

Dimana pada saat itu harga karet sangat rendah,penghasilan sangatlah minim dan hiduppun apa adanya. Devi pun pernah melanjudkan kuliah di salah satu perguruan tinggi suasta yang ada di sukabumi propinsi Jawa barat. walaupun tidak sampai selesai, tetapi tidak pernah patah semangat untuk melanjudkan study kedepannya.
Kisah perjalan hidup dari kecil hingga bisa menyelesaikan sma  yang dialami Devitinus Zalukhu dalam meraih pendidikan, sangat prihatin, dikarnakan keadaan ekonomi yang sangat tidak mendukung pada saat itu, riwayat pendidikannya, Tamat SD tahun 2006 di SD 071152 Desa Ononamolo Tumula, Tamat SMP tahun 2009, di SMP Negeri 3 alasa, Tamat SMA tahun 2012, setelah enam bulan dinyatakan lulus, devi bertekat meninggalkan pulau Nias dengan Tujuan ingin merantau di tanah jawa, dengan berjalannya waktu bukan kesenangan yang didapat, melainkan Musibah dan tantangan yang bertubi- tubi.

Baru tiga bulan bekerja, telah mengalami kecelakan lalulintas, dengan menabrak anak kecil umur 10 tahun dengan keadaan kritis, devi dan korban sama- sama mengalami luka parah, seminggu setelah mengalami kecelakan, mendengar kabar via telpon selulernya, yang di beritahukan oleh adik mama tercinta telah di panggil oleh yang maha kuasa.
Walaupun ongkos bisa diusahain untuk pulang ke Nias, tetapi berpikir dua kali untuk pulang dikarenakan keadaan dalam keadaan kritis, memang dalam hati sangat sedih dan menangis, tetapi hanya satu yang mengkuatkan adalah. saya kembalipun ibu tidak akan bangun lagi seperti semula.
Itulah sebagian cerita singkat Devitinus zalukhu yang sekarang bekerja di salah satu Bank yang di tempatkan di wilayah Cianjur.

Saya tidak pernah berpikir untuk maju sebagai calon legislatif atau berpolitik, dikarnakan belum ada  persiapan biaya sosialisasi, biaya ini biaya itu. tapi saya bersyukur Saya bisa bergabung dengan Partai PSI, saya semakin percaya saya pasti bisa, Saya juga suka berorganisasi. Sehingga saya semakin percaya diri dalam perjuangan saya. Imbuhnya
Kini, dengan semua tempahan pengalaman kerasnya perjuangan hidup dan kepedulian terhadap orang lain, Devitinus zalukhu akan melabuhkan harapan mencalonkan dirinya sebagai wakil bagi masyarakat dan kini telah menjadi salah satu calon wakil rakyat (Caleg) di Kabupaten Cianjur, apapun hasilnya. Kita tetap berani melangkah anak muda harus mencoba, kalau tidak dicoba penyesalan yang terjadi. Devi yang anti terhadap korupsi dan anti intoleransi berjanji untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. “ kita berjuang tanpa mengandalkan uang, karena apabila uang yang diandalkan maka saya percaya itu adalah awal korupsi yang disiapkan.” pungkasnya.(Dz)


Share:

Pangdam III Siliwangi Apresiasi Kinerja Kodim 0608 Cianjur

Cianjur Illusinews.com -Panglima Kodam III Siliwangi,Mayjen TNI Tri Soewandono meninjau Kodim 0608/Cianjur dalam rangka kunjungan kerja kami (24/01/2019).Jendral mengacungkan jempol terhadap pelaksanan tugas para prajurit khususnya  para Babinsa di masing masing Koramil di Cianjur.

Pada kesempatan tersebut,Pangdam disambut oleh Dandim 0608/Cianjur Letkol Czi(k) Hidayati beserta Perwira staf,dan Danyon 300/Raider,Mayor Inf Ary di Makodim 0608/Cianjur di jalan Siliwangi,Kelurahan Sawah gede Kecamatan Cianjur.

Sebelum melanjutkan perjalanan tak lupa,Pangdam juga memberikan arahan kepada jajaran anggotanya di Cianjur.Dia meminta para Babinsa untuk meningkatkan kesiap siagaanya terhadap bencana alam.

Kemudian mengenai keikutsertaan Babisa dalam pengawalan  proses pileg dan pilpres 2019,supaya tercipta suasana yang aman,damai dan sejuk seperti yang diharapkan masyarakat.(Humas Kodim0608/Cianjur)
Share:

Masyarakat Kep. Nias, Sukabumi - Cianjur Rayaka Natal Bersama

Illusinews.com,Masyarakat Kepulauan Nias yang ada diperantauan Sukabumi Cianjur Jawabarat,rayakan Natal bersama di daerah wisata puncak Cipanas  Cianjur,bertempat di Villa Puncak kanan minggu 20 Januari 2019,guna mempererat hubungan persaudaraan dengan masyarakat nias lainnya.

Perayaan Natal bersama masyarakat Nias Sukabumi Cianjur penuh hikmat dan damai,yang bertemakan "Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan" Bahasa Niasnya (Miomusoio dodomi bakhelowalangi) yang artinya marilah kita bersukacita kepada tuhan,walau banyak tantangan dan rintangan hidup tetap kita bersuka cita.

Hampir semua masyarakat nias yang ada di cianjur sukabumi ikut hadir merayakannya, baik dari SD SMP SMA /SMK maupun Mahasiswa Nias yang ada yayasan nya,seperti yayasan ELIM SMK Paulus STT SAPPI,ikut serta merayakan natal bersama.

Didalam kesempatan itu ketua panitia Baduala Tafonao dalam sambutannya mengucapakan terimakasih kepada masyarakat Nias Sukabumi Cianjur yang telah mengambil bagian dalam menyukseskan acara Natal bersama.

Begitu juga Ketua Masyarakat Nias Sukabumi Cianjur, Yufentinus Daeli sebagai ketua dan mewakili  masyarakat Nias,mengucapkan terimaksih kepada panitia yang telah meluangkan waktu tenaga dan materi dalam mempersiapkan natal kita bersama semoga kedepan masyarakat nias yang ada di perantauan semakin sukses dan semakin maju pungkasnya.(DEV)
Share:

MEGANTARA ADV

IllusiNews chat room